Kriminal

Kasus KUR BNI Bulukmba Segera Dimejahijaukan


MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar telah melimpahkan tahap dua kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Bulukumba ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Pelimpahan tahap dua dengan penyerahan berkas, tersangka dan barang bukti oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulselbar ke pihak Kejati Sulselbar.
“Berkas, barang bukti dan tersangkanya sudah kita serahkan ke Kejaksaan, ” kata Kabid Humas Polda Sulselbar Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).
Dalam kasus ini, penyidik Polda Sulsel telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Kepala Kantor Cabang BNI Bulukumba, Wisnu Suhendra,SE dan Wakil Direktur CV Surya Alam Damai Sugianto.
Keduanya telah resmi ditahan karena telah terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp54.770.000.000. Mereka terbukti telah melakukan tindak pidana pidana korupsi berdasarkan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 Undang-undang 31 tahun 99 junto 20 tahun 2001.
Tersangka dianggap telah melakukan korupsi pemberian KMK dan KUR bagi 100 petani budidaya ubi kayu dan 28 petani berupa traktor di Bulukumba dan Jeneponto tahun 2011 sebesar Rp57,5 miliar.
Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulselbar Noer Adi membenarkan telah menerim barang bukti dan tersangka dari pihak polda. “Berkasnya sudah kami nyatakan lengkap dan semua unsur pidananya sudah terpenuhi, ” kata Noer Adi.
Dia mengaku, kalau berkas kasus tersebut segera akan dilimpahkan ke pengadilan usai registrasi perkara. “Kita registrasi dulu, baru berkas, barang bukti dan tersangkanya kita serahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan,” kunci Noer.
Kasus KUR BNI KCU Bulukumba tejadi pada tahun 2011 silam. Kasus ini bermula saat pihak BNI KCU Bulukumba memberikan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dan kredit usaha rakyat (KUR). Pemberian KMK dan KUR diperuntukan bagi 100 petani budidaya ubi kayu, dan 28 petani berupa traktor di Bulukumba dan Jeneponto sebesar Rp57,5 miliar. Dengan penjamin (avalist) CV Setia Kawan Sejati dan CV Surya Alam dengan nilai kredit Rp 445 juta bagi petani debitur budidaya ubi kayu, untuk membiayai lahan seluas 50 hektare per petani yang total keseluruhan lahan mencapai 5.000 hektare.
Sedangkan untuk 28 petani traktor, masing-masing petani diberikan kredit Rp370 juta. Sehingga total kredit yang diberikan BNI KCU Bulukumba kepada 100 petani debitur budidaya ubi kayu dan 28 petani berupa traktor sebesar Rp57,5 miliar.
Adapun proses pengajuan 100 petani debitur semuanya dikoordinir CV Setia Kawan Sejati dan CV Surya Alam Damai. Dimana petani hanya memberikan foto copy KTP dan kartu keluarga. Sementara untuk kelengkapan dokumen lain seperti SKU, NPWP, laporan keuangan dan luas lahan semuanya dibuat oleh pihak CV Setia Kawan Sejati dan CV Surya Alam Damai.
Dalam hal ini pihak BNI KCU Bulukumba melakukan proses analisa dan verifikasi tidak sesuai dengan petunjuk pelaksana (juklak) BTU KUR Pola Kerja sama dan melakukan pencairan tidak sesuai tahapan. Progres kegiatan petani budidaya ubi kayu Kabupaten Bulukumba dan Jeneponto, yang mana RDKK dan fasilitas kredit dipindahbukukan pada rekening CV Setia Kawan Sejati dan CV Surya Alam Damai. (mat-ril/c)

Komentar Anda



Channel


To Top
.