Kriminal

Lagi, Dua Legislator Berpeluang Jadi Tersangka


MAKASSAR, BKM — Setelah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto tahun 2013, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar kini menyelidiki keterlibatan dua legislator lainnya.
Keduanya yakni Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Jeneponto, DR Andi Tahal Fasni dan legislator Provinsi Sulsel Syamsuddin Karlos.
Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulselbar Noer Adi, mengaku tidak menutup kemungkinan kedua legislator tersebut dapat ditetapkan sebagai tersangka baru.
“Keduanya diduga ikut mengerjakan sejumlah proyek yang bersumber dari dana aspirasi DPRD Jeneponto tahun 2013,” ujarnya.
Lanjutnya, Andi Tahal Fasni diduga ikut mengerjakan sejumlah proyek dan diusulkan oleh dirinya sendiri dalam pembahasan anggaran, yang mana indikasinya kegiatan yang diusulkan untuk dianggarkan kembali pada program Dana Aspirasi tahun 2013. Padahal sebelumnya proyek tersebut telah dianggarkan pada nomenklatur yang sama pada tahun 2012 lalu.
Adapun proyek yang diduga dikerjakan Tahal Fasni, antara lain proyek drainase di Pinyangka’bang, Desa Kampala senilai Rp200 juta, proyek drainase di Monroloe Desa Kampala Rp200 juta, proyek drainase di Buntulu Desa Kampala Rp100 juta.
Selain tiga proyek di Desa Kampala tersebut, Andi Tahal Fasni juga diduga mengerjakan dua proyek lain, masing-masing proyek drainase di Dusun Kampung Beru, Desa Baltar dengan dana sebesar Rp100 juta dan proyek drainase di Gudanga, Desa Kaluku sebesar Rp100 juta.
Sementara Syamsuddin Karlos yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Jeneponto, diduga kuat ikut membahas serta mengusulkan anggaran untuk program dana aspirasi 2013. Bahkan juga diduga ikut mengerjakan sejumlah proyek.
Adapun proyek yang telah dikerjakan Syamsuddin Karlos, antara lain proyek drainase di Dusun Bungungkonci Desa Bt Ujung Kecamatan Tarowang sebesar Rp55 juta, serta proyek sumur bor di Lassangte’ne, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia sebesar Rp125 juta.
Sebelumnya, Syamsuddin Karlos telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejati Sulsebar. Karlos yang dikonfirmasi pada saat itu membantah telah terjadi dugaan korupsi dalam kasus tersebut.
Diketahui, penyidik saat ini telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. kelimanya masing-masing Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Jeneponto Alamzah Mahadi Kulle, Ketua Komisi Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jeneponto Andi Mappatunru, anggota Komisi III DPRD Jeneponto Burhanuddin, mantan anggota komisi II DPRD Jeneponto Bunsuhari Baso Tika dan mantan Sekertaris Komisi III DPRD Jeneponto Syahria Lologau.
Dana Aspirasi DPRD Jeneponto yang dianggarkan Rp23 miliar oleh pemkab setempat ditujukan untuk pembangunan infrastruktur di daerah pemilihan 35 legislator Jeneponto tersebut diduga tidak sesuai dengan prosedur yang ada mulai dari pengusulan anggaran, persetujuan, hingga penggunaan anggaran. (mat-ril/c)

Komentar Anda




To Top
.