Bisnis

Stok BBM di Makassar Capai 32.510 KL


MAKASSAR, BKM — Konsumsi BBM di region Sulawesi jelang lebaran Idul Fitri diperkirakan mengalami peningkatan sekira 40 persen dari penyaluran normal. Lonjakan konsumsi diprediksi terjadi pada H-1 yang mencapai 8.015 kiloliter (KL). Pertamina siap mengamankan pasokan jelang lebaran untuk masyarakat.
Seperti disampaikan General Manager PT Pertamina (persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Budi Setio Hartono melalui Costumer Relation Pertamina MOR VII, Ibnu Adiwena, di ruang kerjanya, Selasa (14/7) kemarin, selama bulan Ramadan untuk jenis premium rata-rata penyaluran mencapai 5.847 KL per hari, solar mencapai 2.239 KL per hari.
”Kebutuhan tertinggi BBM untuk jenis solar terjadi pada H-10 lalu yang penyalurannya naik hingga 34 persen menjadi 2.934 KL. Kebutuhan solar bakal turun pada saat hari lebaran karena libur Idul Fitri,” ujar Ibnu.
Tentang ketersedian elpiji (LPG) yang diperkirakan bakal meningkat seiring dengan makin dekatnya perayaan lebaran Idul Fitri, tambah Ibnu, Pertamina memastikan ketersediaan mudah diakses dan terjangkau. Menurutnya, rata-rata penyaluran elpiji PSO (3 kilogram), selama Ramadan mencapai 676 metric ton (MT) per hari. Lebih tinggi 17 persen dari periode Ramadan tahun 2014 yang mencapai 560 MT per hari.
”Konsumsi LPG PSO tertinggi diprediksi terjadi pada H-2 Ramadan. Dimana penyaluran total untuk LPG di wilayah Sulsel mencapai 722 MT. Prediksi kenaikan tersebut disebabkan kegiatan memasak yang dilakukan dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri. Serupa dengan volume 3 kg. LPG jenis Bright Gas di Sulsel selama periode Ramadan mencapai 288 MT,” jelasnya.
Untuk kota Makassar, stok BBM saat ini mencapai 32510 KL terdiri dari premium sebanyak 21.935 KL yang tahan hingga dua pekan, solar 10.575 KL yang tahan hingga dua pekan, dan LPG sebanyak 4.128 MT yang tahan hingga delapan hari. ”Stok ini akan kembali bertambah beberapa hari sebelum stok di instalasi habis. Jadi masyarakat tidak perlu kuatir kehabisan stok BBM dan LPG sehingga melakukan penimbunan,” pinta Ibnu.
Tentang kemungkinan terjadinya permainan harga khususnya jenis LPG, Ibnu menegaskan, Pertamina sejaka beberapa waktu lalu telah melakukan sosialisasi HET LPG 3 kilogram kepada konsumen melalui pemasangan spanduk di 3.000 titik di Sulsel. Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di Sulsel mencapai Rp15.500 apabila konsumen membeli di SPBU, agen, dan pangkalan
”Di setiap periode jelang bulan suci Ramadan dan lebaran Idul Fitri, Pertamina selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan terus menjaga ketahanan stok dan mempersiapkan pengelolaan distribusi BBM dan LPG dengan baik. Upaya ini kami lakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG,” tutur Ibnu. (mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.