Bisnis

Penjualan Parcel Turun 45 Persen


MAKASSAR, BKM — Meski lebaran Idul Fitri sisa dua hari, tapi penjualan masih tetap sepi. Begitu pula dengan yang dialami pedagang parcel yang ada di sekitar Jalan Bulukunyi Makassar. Para pedagang parcel ini mengakui kalau permintaan parcel ditahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Ros, salah satu pedagang parcel yang sudah 12 tahun berjualan mengakui, sejak adanya pernyataan dari presiden yang mengimbau untuk tidak menerima parcel guna menghindari pembelian dari hasil korupsi, secara tidak langsung telah berdampak pada penjualannya yang turun hingga 45 persen.
”Dulu penjualan parcel tiga hari jelang lebaran sudah habis terjual. Ditahun ini, tiga hari jelang lebaran masih banyak parcel yang tertinggal,” ucapnya.
Ia mengaku di awal Ramadan hingga tiga hari jelang lebaran, pendapatannya rata-rata mencapai Rp10 juta per hari. ”Kami menjual parcel dari harga Rp100 ribu hingga Rp2 juta per buah dengan berbagai macam isi dalam parcel,” katanya.
Berbeda dengan Saldy, pengusaha parcel di New Istana. Dikatakan, selama bulan suci Ramadan tahun ini, mengatakan, cukup mendapatkan omzet yang menguntungkan. Ini terlihat dengan tingginya animo masyarakat memesan untuk memberikan parcel kepada kerabat atau keluarganya.
Selama Ramadan hingga tiga hari jelang Idul Fitri, omzetnya per hari rata-rata mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta. Peningkatan omzetnya mulai dirasakan mulai sepekan sebelum lebaran Idul Fitri. Harga parcel yang kami tawarkan sesuai dari bentuk dan jumlah isinya yaitu dari Rp150 ribu sampai Rp2,5 juta per buah. Semuanya dalam bentuk tahap pemesanan,” ucapnya. (arf/mir/b)

Komentar Anda




Comments
To Top
.