Potensi Kotak Kosong, Daya Tarik Kandidat dan Daya Dorong Parpol Setelah Rekomendasi PKB

  • Bagikan
Muh Ramli Rahim

"Jangankan hanya rekomendasi apalagi hanya surat tugas, B1 KWK pun masih bisa bermasalah. Jika Parpol menerbitkan dua atau lebih B1 KWK maka keabsahannya akan kembali ke partai politik," bebernya.

"Untuk itu, kandidat harus memastikan daya tariknya tetap terjaga terutama terkait manuver politik, pemenuhan janji-janji kepada parpol hingga potensi keterpilihan," tandasnya.

Tidak hanya itu, lanjut MRR menilai, kandidat juga harus menjaga keadaan dimana menguat dan melemahnya daya dorong parpol dengan terus melakukan lobby politik. Khususnya mencermati konstalasi politik nasional yang bisa berubah secara mendadak.

"Ada adagium dalam politik sekarang "semua ditentukan langit dan langit tak peduli apa yang terjadi di bumi". Konstalasi politik di level elite bisa berubah drastis dan mengguncang konstalasi di level daerah. Dukungan parpol bisa terdorong ke kandidat lain secara mendadak dan itu menjadi bagian dari kondisi politik kekinian," tegas mantan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) itu.

Bagi MRR, situasi politik Pilgub Sulsel saat ini semakin menarik untuk dinantikan jelang pendaftaran pasangan calon di KPU. Apakah Ramdhan Pomanto yang santer dikabarkan berpasangan dengan Azhar Arsyad (Danny-Ashar) mampu mempertahankan tiga parpol utamanya, atau muncul calon baru nanti. Atau justru yang terjadi adalah Andi Sudirman berpasangan Fatmawati (Andalan Hati) terpaksa melawan kotak kosong.

"Jika kemudian ternyata Andalan Hati terpaksa hanya melawan kotak kosong, maka itu bukan hanya karena daya tarik pasangan itu, tapi boleh jadi karena dorongan parpol untuk terus bertahan pada kandidat lain yang melemah," pungkasnya.(*)

  • Bagikan