“Kemungkinan ada panen di Maret dan April (cabai) juga. Jadi kami tanam berangsur supaya tidak putus dan ada terus stok,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan pada 2022 lalu luas tanam untuk cabai rawit mencapai 6 hektare dengan luas panen 3 hektare. Sementara untuk produksinya mencapai 7,4 ton dengan produktivitas 24,67 kuintal per haktere.
“Untuk tahun 2023 luas tanam cabai rawit ada 5 hektare dengan luas panen 2 hektare dan produksi mencapai 9,5 ton dan produktivitas 47,5 kuintal per hektare,” paparnya.
Sementara pada 2024, Pemkot Parepare menargetkan luas lahan dan produksi yang lebih besar lagi. Dengan demikian kebutuhan cabai rawit warga bisa tercover oleh petani di Parepare.
“Target 2024 luas tanam 7-8 hektare, luas panen 4 hektare dengan produksi 12-13 ton dan produktivitas 5 ton per hektare,” tegasnya.
Wildana menegaskan luas tanam cabai di tahun 2024 diproyeksikan bisa terus bertambah. Salah satu upayanya dengan menargetkan lahan-lahan kosong hingga pekarangan warga bisa ditanami cabai rawit.
“Semua lahan termasuk pekarangan masyarakat akan kita tanami cabai rawit,” paparnya.(Mup).