BULUKUMBA,BKM.FAJAR.CO.ID--Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting TPPS terus melakukan upaya penanganan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi umur bawah lima tahun (Balita) dan bawah dua tahun (Baduta) serta pemberian susu kepada ibu hamil yang beresiko atau kekurangan nutrisi.
Gerakan PMT yang dilaksanakan sejak 27 Oktober 2023 yang lalu memiliki dampak signifikan terkait perbaikan kondisi tubuh anak sasaran stunting. Gerakan ini diinisiasi oleh TP PKK Bulukumba dan berkolarasi dengan Baznas, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Anak, serta Dinas PMD.
"Gerakan ini juga melibatkan seluruh TP PKK tingkat kecamatan desa dan kelurahan dengan mengelola rumah gizi masing masing," ungkap Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar, Senin 15 Januari 2024.
Dikatakan dampak PMT cukup signifikan. Hanya sekitar satu bulan lebih ada peningkatan prosentase anak yang mengalami kenaikan berat badan.
"Gerakan ini masih terus berlanjut 90 hari ke depan. Termasuk pemberian gizi kepada ibu ibu hamil," imbuh Herfida Muchtar yang juga Kadis Kebudayaan Kota Makassar ini.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Amrullah lebih detail menyampaikan bahwa per 10 Januari 2024, setelah pihaknya atau Tim Pendamping Gizi (TPG) melakukan penimbangan dan pendataan untuk seluruh wilayah kerja Puskesmas ditemukan data sebagai berikut:
Pertama, dari 591 orang anak Baduta Stunting hasil Pemutakhiran Data Stunting (PEDAS), didapatkan 330 anak atau 55.8%, mengalami kenaikan Berat Badan. Sementara ada 151 anak atau 25.5%, yang berat badannya tetap. Sementara yang masih mengalami penurunan Berat Badan sebanyak 27 anak atau 4.6%.
Kedua, dari 591 orang sasaran Baduta Stunting, terdapat 170 anak atau 28,7 % dengan Status Gizi Sangat Pendek. Sementara untuk Status Gizi Pendek ada sebanyak 239 anak atau 40,5%,. Sedangkan yang Status Gizi Normal ditemukan sebanyak 65 anak atau sekitar 11%.