Metro

PD Terminal Mulai tak Bergairah, Tuntutan PAD


MAKASSAR, BKM– Direksi Perusahaan Daerah (PD) Terminal yang baru mengaku tidak sanggup memenuhi sejumlah target yang dibebankan oleh Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb untuk menggenjot pendapatan.
Direktur PD Terminal Makassar Metro, Arsony mengungkapkan, target yang diberikan oleh pj wali kota tidak realistis jika melihat kondisi dua terminal yang ada di Makassar. Pasalnya, kondisi terminal sangat miris dan tidak memungkinkan memenuhi target yang dibebankan ke PD Terminal untuk menambah pendapatan.
“Tidak bisa karena kondisi terminal sangat miris. Kami hanya mampu memanfaatkan fasilitas yang ada untuk tetap mengoperasikannya. Sementara kami diarahkan oleh Pj Walikota Makassar untuk meningkatkan PAD dengan meningkatkan deviden. Sehingga kami lihat itu sangat mustahil,” bebernya saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD Makassar, kemarin.
Ia Mencontohkan kondisi Terminal Daya dimana 80 persen fasilitas yang ada di dalam mengalami kerusakan, sehingga perlu untuk dibenahi. Begitu juga dengan Terminal Mallengkeri, bahkan kondisinya lebih buruk lagi karena 90 persen fasilitas mengalami kerusakan.
“Tipikal problemnya sama, jalan terminal rusak parah, berbatu dan becek. Bahkan kalau hujan turun jalanan jadi becek sehingga bus tidak ada yang mau masuk. Peningkatan omset di PD Terminal baru bisa terjadi jika seluruh sarana dan prasarana bisa dibenahi,”katanya.
Olehnya itu, target pendapatan yang dibebankan kepada PD Terminal dalam sehari sebesar Rp12 hingga Rp13 juta sangat mustahil bisa diwujudkan Sementara per hari pihaknya hanya bisa mengkantongi pendapatan Rp8-9 juta per hari, itupun hanya mampu membiayai karyawan di PD Terminal. Apalagi dengan adanya wacana pengambilalihan pengelolaan ke Kementerian Perhubungan, direksi semakin tidak bergairah untuk bekerja.”Kita kurang bersemangat lagi, tuntutan tinggi sedangkan kondisinya kita tahu semua bagaimana,”ucapnya.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Makassar, William, menyarankan, agar PD Terminal mengurangi biaya operasional dengan mengurangi karyawan. Guna mengurangi sedikit dari beban operasional. Sebab jika PAD Makassar tidak akan tercapai jika tidak menekan pengeluaran.
“Kita tidak mau PAD kita ini turun, dan katanya dia tidak sanggup dengan target yang sekarang. Waduh bagaimana karyawan ada 77 orang ditambah 3 direksi dan badan pengawas. Mereka itu kerja apa, kalau target tidak bisa tercapai, ” ungkapnya saat meminta keseluruhan data kondisi rill di PD Terminal untuk dilaporkan ke Komisi, Kamis (13/2).(ita)



Comments

To Top