Metro

Idolakan Adnan Buyung dan Hotman Paris


Munawir Abdul Kamal, Sejak Kecil Bercita-cita Jadi Pengacara (2-Habis)

ist IDOLAKAN--Munawir Abdul Kamal, mengidolakan almarhum Adnan Buyung Nasution. Termasuk Hotman Paris Hutapea yang banyak memberikan inspirasi baginya dalam melakoni profesinya sebagai advokat.

PENGACARA kondang almarhum Adnan Buyung Nasution ternyata menjadi panutan Munawir Abdul Kamal. Selain Adnan Buyung, Hotman Paris Hutapea termasuk banyak memberikan inspirasi baginya dalam melakoni profesinya sebagai advokat.

Laporan: ARIF AL QADRY

Bagi pria kelahiran Ujung Pandang, 21 Juli 1994, Adnan Buyung Nasution maupun Hotman Paris Hutapea punya karakter baik, merupakan pengacara senior dan sangat dihormati baik di Indonesia maupun dunia pengacara internasional.
Adnan Buyung Nasution misalkan, merupakan pengacara dan aktivis. Sosok tokoh itu pendiri organisasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Sementara pengacara Hotman Paris Hutapea tidak kalahnya. Sangat dikenal di dalam negeri maupun luar negeri.
Oleh karena itu, saat masih duduk di bangku perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Awi sangat ingin bagaimana dapat menjadi pengacara seperti dua tokoh idolanya itu. Saat masih kuliah dirinya aktif dalam organisasi dan memiliki banyak pengalaman.
Tingkat perguruan tinggi Awi pernah mendapat amanah sebagai Kabid Humas dan Advokasi HMJ Jurusan Ilmu hukum, anggota Penggiat Peradilan Semu UIN Alauddin Makassar dan hingga berprofesi sebagai Advokat dalam berbagai penanganan perkara baik perkara litigasi maupun non-litigasi.
“Pernah juga ikut di pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) tahun Desember 2016. Kalau suka duka mungkin banyak sukanya karena dapat membantu masyarakat,” tambahnya.
Ditanya soal adanya pandangan orang yang menilai pengacara kadang disebut jahat karena membela orang bersalah atau terkadang yang salah bisa dibuat jadi benar, hal ini diluruskan.
menurutnya, ketika seorang pengacara tampil di persidangan mendampingi tersangka dalam kasus apapun, maka pengacara harus merujuk pada sumpah jabatan. Sumpah jabatan itu yakni membela hak-hak tersangka/terdakwa apabila memang dia benar atau bersalah.”Masih ada azas praduga tak bersalah. Selama hakim belum jatuhkan vonis bersalah hingga diputusan akhir, maka seorang tersangka dan terdakwa harus memiliki pendampingan hukum,” katanya.
Olehnya itu, prinsip dari Munawir yaitu, profesional, dipercaya, berintegritas, berilmu serta memberikan rasa nyaman kepada setiap orang.”Kita harus memperjuangkan supremasi hukum, kepastian hukum, serta menjadi manusia bermanfaat untuk orang banyak. Apalagi advokat adalah sebuah profesi yang mulia,” ujar pria yang akrab dipanggil Awi ini.
Sehingga dalam menjalankan profesi sebagai advokat haruslah sesuai dengan nilai-nilai moralitas berdasarkan kode etik advokat agar advokat itu benar-benar dapat dikatakan sebagai profesi yang mulia dan terhormat.
Sekarang ini, Awi menjadi seorang advokat muda yang bekerja di Kantor Hukum Minzathu Minzathu Law Office.(*)



Comments

To Top