Headline

Gagal Dirupaksa, Bocah Usia Sembilan Tahun Dibunuh


SIDRAP, BKM — Rudapaksa seorang anak di bawah umur kembali terulang. Tragisnya lagi, korban menemui ajal akibat perbuatan keji yang dialaminya.
Bocah perempuan berinisial Av yang masih berusia sembilan tahun, meregang nyawa di tangan AC. Lelaki berusia 16 tahun itu merupakan karyawan salah satu perusahaan di Kabupaten Pinrang. Aksinya berlangsung di Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap.
Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Benni Pornika membenarkan peristiwa penganiayaan anak di bawah umur, yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
“Ya, kejadiannya di rumah korban pada Rabu, 12 Februari 2020 sekitar pukul 13.45 Wita,” katanya saat dihubungi, kemarin.
Di hadapan polisi yang memeriksanya, AC mengakui perbuatannya. Ia menganiaya korban karena panik dan takut aksinya yang hendak berbuat senonoh, dilaporkan korban ke keluarganya.
Awalnya, sebelum kejadian, pelaku mendatangi rumah korban untuk menawarkan produk alat-alat rumah tangga. Namun, tetiba AC hendak ke kamar mandi di belakang rumah korban untuk buang air besar.
Setelah meminta izin ke pemilik rumah, ia kemudian masuk ke WC. Namun, air di bak tinggal sedikit. Selanjutnya meminta tolong kepada korban untuk membuka kran air bak mandi yang berada di luar kamar mandi.
Saat itulah pelaku mengajak korban masuk ke dalam kamar mandi. Karena masih anak-anak, Av mengiyakannya. Perbuatan bejat itu pun hendak dilakukan pelaku.
Hanya saja korban selalu berontak dan menolak. Dia terus berusaha untuk melarikan diri, sehingga aksi pelaku gagal.
Khawatir pada korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu akan melaporkan perbuatannya pada orang tuanya, pelaku kemudian menganiayanya. Kepala korban dimasukkan ke dalam bak air selama beberapa waktu lamanya.
Sejurus kemudian, kakak korban menyusul ke belakang rumah karena hendak buang air besar. Kakak korban curiga melihat sendal adiknya berada di depan pintu WC. Ia mencoba mengetuk pintu WC, yang kemudian terdengar suara pelaku.
Setelah korban sudah tidak bergerak, pelaku bergegas menggunakan pakaian dan segera keluar dari kamar mandi.
“Dari interogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Kronoligis kejadian hampir yang diterangkan oleh saksi,” kata AKP Benny.
Dia mengungkapkan, bahwa pelaku masih dimintai keterangannya di Polsek Watangpulu untuk penyelidikan lebih lanjut. (ady/b)



Comments

To Top