Politik

Kejati Sulsel Usut Penyerobotan Aset Negara


Kasus Korupsi Sewa Lahan Buloa Jadi Pintu Masuk

MAKASSAR, BKM — Penghentian penyelidikan terhadap kasus sewa lahan negara berlokasi di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo dengan tersangkanya Soedirjo Aliman alias Jen Tang, menjadi pintu masuk bagi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) untuk mengusut tuntas kasus pencurian aset milik negara berupa lahan.
Sekarang ini, Kejati Sulsel tengah menurunkan kekuatan dengan melibatkan bidang intelijen, Datun serta pidana khusus. Mereka berfokus yaitu menyelamatkan aset di wilayah reklamasi pantai. Seperti mulai dari aset-aset Pelindo, aset Pertamina, Center Point of Indonesia (CPI), GMTD hingga Barombong.
”Saat ini kami melakukan puldata dan pulbaket dengan melibatkan Datun, pidana khusus dan intelijen di dalam mengusut aset,” jelas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar.
Disinggung soal keputusan penghentian penyidikan kasus sewa lahan negara dengan tersangka Jen Tang, Firdaus menyebutkan langkah yang diambilnya untuk memberikan kepastian hukum. Karena dua alat bukti yang dikantongi masih lemah. Jika dipaksakan maka kemungkinan dapat bebas.
”Semua itu murni untuk penegakan hukum dan untuk memberikan kepastian hukum. Dalam lid soal aset Rp800 miliar, siapa tahu dalam pencarian ada tambahan alat bukti soal kasus sewa lahan ini,” tandasnya. (arf/mir)



Comments

To Top