Politik

AIZ Kirim 3 Nama Ke Golkar Sulsel


SEMENTARA itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Pangkep akhirnya mengusulkan tiga nama bakal calon wakil bupati ke DPD I Golkar Sulsel.
Ketiga nama tersebut untuk dipasangkan dengan bakal calon bupati Andi Ilham Zainuddin (AIZ). Ketiga nama tersebut masing-masing mantan Plt Sekkab Pangkep Andi Yatrib Pare, istri mantan Bupati pangkep Syafruddin Nur (alm) serta istri Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid Hj Rismayani Syamsuddin.
Pengusulan ketiga nama tersebut disampaikan AIZ yang tak lain adalah ketua harian DPD II Golkar Pangkep. AIZ didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar Pangkep, Rahmat Nur beserta timnya. “Pengajuan tiga nama untuk diusul ke DPD I dan selanjutnya ke DPP, berdasarkan banyak pertimbangan,”ujar AIZ, Selasa (11/2).
Seperti diketahui, Nurul Jaman merupakan merupakan sosok nama baru yang muncul dalam perhelatan Pilbup Pangkep 2020. Namun istri almarhum Syafruddin Nur dinilai memiliki nilai elektoral cukup bagus.
Adapun Andi Yathrib dikenal sebagai pamong senior di Pangkep. ” Mantan cawabup Pangkep Nurul Jaman yang dipilbup lalu pernah berpasangan dengan Taufiq Fakhruddin masih memiliki elektoral cukup bagus. Bahkan posisinya melampaui banyak nama yang sudah bergerak. Padahal kita tahu Ibu Nurul Jaman belum bergerak sama sekali,” kata AIZ.
AIZ yang juga mantan Ketua DPRD Pangkep ini menyatakan kalau faktor elektoral sangat menentukan dalam penetapan cawabup. Ia mengatakan, pekan lalu DPD I Partai Golkar Sulsel telah meminta kepada Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Syamsuddin A Hamid untuk mengusulkan satu nama saja pendamping AIZ yang akan diteruskan ke DPP Golkar untuk penerbitan rekomendasi dukungan.
“Tetapi Bapak Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep mengusulkan tiga nama ke DPD I. Nantilah kita sama-sama menunggu, siapa dari tiga nama yang diusulkan ke DPP itu yang muncul,” terangnya
Sementara itu, survei yang saat ini sedang dilakukan DPD I Partai Golkar terhadap sejumlah nama yang dipasangkan dengan dirinya akan sangat menentukan. Tetapi sebagai kader, menyerahkan sepenuhnya ke Partai Golkar, siapa yang akan dipasangkan dengannya.
“Sebagai bacawabup yang akan ikut bertarung, kita menginginkan figur yang mau mencari kemenangan, kalau dia menarik turun jangan dipakai, kalau naik pasti dipakai. Kendati hal Ini belum final, namun segala kemungkinan masih bisa terjadi. Pokoknya Insya Allah akan ada kejutan besar dalam waktu yang tidak lama,” tutup AIZ. (udi/rif/c)



Comments

To Top