Headline

Bisa Menghadapi Turbulensi


TARGET Surya Paloh yang ingin memenangkan pilkada di Sulsel, mendapat apresiasi dari dosen komunikasi politik UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad. Menurut Firdaus, rekomendasi usungan Partai Nasdem cukup meyakinkan bagi kadernya maju pilkada. Agenda berikutnya, kader harus mampu membangun komunikasi politik lintas partai untuk koalisi.
“Peta politik di Soppeng cukup aman dengan koalisi Golkar-Nasdem. Demikian juga di Toraja. Berbeda di Maros, kompetisi lebih berat. Barru juga butuh pasangan yang gate voters atau penarik suara untuk meraih kemenangan. Jadi target Surya Paloh menang total di pilkada masih berat. Karenanya kader dituntut memenuhi target tersebut,” jelas Firdaus, kemarin.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto menilai, bahwa sebenarnya pilkada 2020 ini momentum bagi Nasdem untuk merebut dominasi Golkar di Sulsel. Status Nasdem sebagai destroyer Golkar sangat terbuka. Tapi itu hanya terjadi kalau partai ini berani mendorong kadernya dan memimpin perlawanan terhadap beberapa kepala daerah petahana, khususnya dari Golkar.
“Tapi dengan keputusan ini, kelihatan kalau strategi Nasdem tidak bergerak serentak dalam perlawanan dan merebut dominasi Golkar. Ada beberapa kader yang sebenarnya membutuhkan kepastian dukungan, untuk kerja-kerja maju langkah elektoral mereka,”jelas Luhur.
Menurutnya, dengan situasi seperti itu, potensi turbulensi dukungan pada kader sangat mungkin terjadi. “Sepertinya para kader itu akan lebih realistis menatap kontestasi, dengan mulai mencari dukungan partai lain. Kalau melihat SK rekomendasi yang diserahkan, tidak semua juga calon yang diusung punya prospek elektoral yang meyakinkan,” bebernya.
Keputusan-keputusan Nasdem dalam menghadapi pilkada akan lebih banyak berpengaruh pada masa depan partai ini di langgam politik Sulsel.
Sementara itu, pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono menilai bahwa nampaknya di Sulawesi Selatan, Surya Paloh sangat berhati-hati menandatangani dan mengeluarkan rekomendasi. Dari beberapa figur daerah yang disebut-sebut sudah pasti mendapatkan rekomendasi, ternyata tidak seperti itu.
Dalam realitasnya, baru lima daerah yang menerima rekomendasi. Sementara untuk figur di daerah Luwu Timur, Luwu Utara, Gowa, Bulukumba, Selayar, dan Makassar, rekomendasi terpending dan belum keluar.
“Artinya, Surya Paloh tetap fokus ingin mencapai targetnya sapu bersih perolehan kemenangan. Meskipun ada kader sendiri di beberapa daerah yang terpending, namun SP tidak gegabah begitu saja dengan sertamerta memberikannya kepada kadernya. D isitu dapat kita lihat, baik SP sebagai pimpinan Nasdem, maupun Nasdem sebagai kendaraan politik yang diamanahkan undang-undang sangat rasional dalam menentukan pola dukungannya,” jelas Arief. (rif)



Comments

To Top