Metro

Gubernur tak Dukung Pemangku Adat Berselisih


MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menegaskan bahwa dirinya tidak akan mendukung orang per orang untuk menjadi ketua adat, kedatuan, atau raja. Ia mengingatkan bahwa tugasnya menyatukan semua komponen.
“Tugas saya menyatukan semua komponen. Kalau ada selisih paham antara pemangku adat, saya tidak mendukung satu di antaranya. Baiknya duduk bersama dulu antara pemangku adat,” jelas Nurdin saat menerima rombongan Kedatuan Sidenreng, Sidrap di Rumah Jabatan, Kamis (23/1).
NA menerima pengaduan Kedatuan Sidenreng tentang perpecahan karena perebutan jabatan sebagai kedatuan. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan untuk menentukan pemangku adat, kedatuan, dan raja di daerah-daerah harus mengikuti tatacara yang diakui dan hidup di daerah itu.
“Dudukkan sesuai dengan porsinya. Kalau kita rekayasa adat kita akan kehilangan reputasi. Kalau di Sidrap ada delapan pemangku adat yang akan menentukan keturunan yang berhak menjadi datu,” jelasnya.
Nurdin pun meminta kepada Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) untuk menyatukan kelompok yang terpecah karena perebutan jabatan adat.
“Kita diangkat berdasarkan keturunan. Bukan karena kekuatan dan kekuasaan. Jangan main-mainkan adat. Kalau kita rekayasa akan terpulang ke yang bersangkutan dan rakyat banyak yang merasakan dampak negatifnya,” terang Nurdin Abdullah.
Menurut Nurdin, raja, datu, dan pemangku adat kalau bersatu, akan bisa menjadi sebuah kekuatan besar untuk memajukan Sulsel. (nug/rus)



Comments

To Top