Headline

NA Mau Tambah TGUPP dan Naikkan Insentif


Luthfi A Mutty dan Roem Diajak Bergabung

MAKASSAR, BKM — Kehadiran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) kini genap setahun. Mulanya, tim dibentuk dengan tujuan mengawal pemerintahan. Spesifiknya, mendampingi gubernur mengkaji program-program prioritas pemerintah.
Ketika sidang Hak Angket di DPRD Sulsel tahun lalu, mencuat desakan agar Gubernur HM Nurdin Abdullah melakukan evaluasi terhadap TGUPP. Sejauh ini pemprov telah melakukan evaluasi. Sisa menunggu hasil.
Gubernur NA menegaskan, salah satu pembahasan dalam evaluasi tersebut adalah akan ada penambahan anggota. Selama ini TGUPP berjumlah 38 orang. Terdiri dari tujuh anggota, dan 31 tenaga ahli.
Apakah akan ada pergantian dari anggota atau tenaga ahli yang sudah ada sebelumnya? Nurdin Abdullah belum memberikan kepastian.
Untuk penambahan anggota, gubernur melirik dua tokoh Sulsel yang tak asing lagi. Masing-masing Muchtar Luthfi A Mutty, mantan anggota DPR RI yang pernah menjadi bupati Luwu Utara. Serta H Moh Roem, eks ketua DPRD Sulsel. Nurdin mengaku telah menyampaikan langsung kepada yang bersangkutan.
“Kita tunggu aja. Masih dalam proses pembicaraan. Yang pasti saya berharap di TGUPP ada tambahan orang-orang seperti Pak Luthfi dan ak Roem. Saya sudah menawarkan ke mereka,” ucap Nurdin Abdullah, Senin (20/1).
Alasan untuk memilih kedua orang itu, lantaran NA menilai bahwa mereka sangat berpengalaman di dunia pemerintahan. Luthfi juga pernah menjabat sebagai staf khusus presiden. Sementara M Roem, juga pernah menjadi bupati di Kabupaten Sinjai.
“Kita harus bangun jaringan ini. Kita belum tahu berapa penambahannya. Tapi kita lagi sounding-sounding dulu semua. Lagi penjajakan siapa-siapa yang akan kita tarik. Yang pasti ada nilai positif untuk percepatan pembangunan Sulsel,” terangnya.
Selain menambah jumlah personel TGUPP, NA juga merencanakan untuk menaikkan insentif mereka. Padahal sebelumnya sempat diwacanakan untuk mengurangi pos anggaran TGUPP. Dari Rp6 miliar menjadi Rp5 miliar. Namun honornya tetap sama.
Rinciannya, ketua TGUP mendapat Rp16 juta, anggota TGUPP Rp14 juta. Sementara untuk para tenaga ahli Rp8,8 juta.
Meski begitu, rencana kenaikan insentif ini belum dijelaskan berapa persen. Namun, kata NA, pendapatan Sulsel saat ini sudah melebihi target, sehingga tidak masalah jika menaikkan gaji.
“Tidak ada makan siang gratis. Kalau mau berkualitas, tentu harus kita berikan yang layak. Kan sekarang sudah banyak yang efisien,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua TGUPP Yusran Jusuf mengatakan bahwa pemprov akan merampingkan struktur TGUPP pada tahun ini.
“Tahun ini diperkecil porsinya. Jika sebelumnya setiap bidang memiliki beberapa sub bidang, kali ini mungkin dihilangkan. Ya, lebih rampinglah,” ujar Prof Yusran yang juga Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin ini.
Diketahui, perubahan struktur TGUPP ini juga terkait dengan rekomendasi Pansus Hak Angket DPRD Sulsel yang menyoal porsi TGUPP yang besar, sehingga membebani anggaran daerah. (nug/rus)



Comments

To Top