Headline

Tiga Nama Megerucut Gantikan NH


MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH), sudah masuk dalam struktur kepenguruan di dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto. Mantan calon ghubernur Sulsel ini mendapat posisi sebagai wakil ketua umum (waketum).
Masuknya pengganti Syahrul Yasin Limpo ini dalam struktur DPP Partai Golkar hasil munas, membuat dirinya diminta fokus bekerja di DPP. NH dikabarkan diminta untuk menggelar musyawarah daerah (musda) atau musyawarah daerah luar biasa (Musdalub).
Lantas siapa saja yang berpeluang menggantikan NH sebagai pemimpin partai berlambang pohon beringin rindang itu di Sulsel?
Sejumlah sumber menyebut, sedikitnya ada lima nama yang banyak diinginkan oleh kader. Mulai dari mantan bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel Rusdin Abdullah (Rudal), serta tiga orang wakil ketua Golkar Sulsel masing-masing HA Kadir Halid, Andi Marzuki Wadeng, serta Andi Ina Kartika Sari yang juga ketua DPRD Sulsel. Satu nama lainnya, yakni Adnan Puricha Ichsan yang tak lain adalah bupati Gowa. Adnan pernah tercatat sebagai pengurus DPD I Golkar Sulsel, dan akhirnya ditunjuk sebagai plt ketua DPD II Golkar Gowa menggantikan Hj Tenri Olle Yasin Limpo yang bergabung ke Partai Nasdem.
Karena terkait pilgub Sulsel 2018 lalu, maka Adnan Purichta digantikan oleh Abbas Hadi sebagai plt. Tak lebih setahun, Abbas Hadi lalu digantikan oleh Hoist Zulkarnain Bachtiar memimpin Golkar Gowa.
Sumber lainnya di internal Golkar menyebut, saat ini mulai mengerucut menjadi tiga nama yakni Rudal, Kadir Halid, dan Adnan Purichta. “Hanya saja belum diketahui seperti apa mekanisme pergantian ketua nantinya,” ujar sumber yang minta namanya tidak ditulis.
Juru bicara Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai, ketika dimintai tanggapannya soal nama-nama bakal calon pengganti NH, mengaku belum bisa memberikan keterangan. Termasuk seperti apa mekanisme pergantian tersebut. “Saya belum ada jawaban untuk itu,” ujar Risman, kemarin.
NH yang juga dimintai tanggapannya juga belum memberikan respons. Pesan singkat belum dibalas.
Salah satu kandidat pengganti NH, yakni Kadir Halid juga irit bicara. Meski demikian, mantan ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini tidak menampik bila ada usulan jika dirinya juga maju di musda nanti. “Banyak nama kader yang disebut cukup bisa memimpin di Golkar,” terangnya.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, mengemukakan Golkar memiliki banyak kader yang potensial diusung untuk menggantikan NH, sekaligus regenerasi. “Tapi Golkar diharapkan menggelar musda sekaligus jaring kandidat yang nanti dipilih dalam forum,” ujar Firdaus. (rif/rus)



Comments

To Top