Bisnis

Hotel Dinasti Pertahankan Ciri Khas Bangunan Etnik Tionghoa


BKM/CHAIRIL INDRA Zulkifli Nur

MAKASSAR, BKM — Hotel Dinasti Makassar memasuki usia ke 22 tahun. Diusia 22 tahun yang jatuh pada 14 Januari 2020, Hotel Dinasti Makassar menggelar berbagai kegiatan. Diawali dengan kegiatan membersihkan tempat ibadah di Masjid As’Said yang terletak di sekitar hotel dan masjid lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Wajo.
Selanjutnya akan diadakan zikir dan bakti sosial lainnya yang dipimpin langsung General Manager Hotel Dinasti Makassar, Zulkifli Nur. ”Harapannya dibertambahnya usia, mari kita tingkatkan semangat kerja dengan meningkatkan 4 K, yaitu kedisiplinan, kreativitas, kualitas, dan kinerja,” tutur Zulkifli Nur.
Di dunia perhotelan, Zulkifli Nur bukanlah orang baru. Zul–begitu sapaan akrabnya–memulai karir di dunia perhotelan di Hotel Toraja Marante Highland Rresort selama 3 tahun atau pada tahun 1993-1996. Ia dipercaya sebagai store keeper. Ini adalah posisi kerja di departemen accounting yang bertugas menjaga keluar-masuknya barang.
Zul melanjutkan kariernya di Recident Hotel yang dikenal Hotel Quality atau sekarang Hotel Almadera tahun 1996-2006 sebagai cost control (pengendalian biaya hotel), Hotel Comfort (Hotel Regency) tahun 2006-2007. Setahun Zul dipercaya menjadi accounting manager.
Selanjutnya pada tahun 2007, Zul mulai bergabung di Hotel Dinasti Makassar. Selama delapan tahun atau dari 2017 hingga 2015, Zul sebagai staff accounting. Dan pada tahun 2015, Zul dipercaya memimpin Hotel Dinasti sebagai general manager.
”Membangun Hotel Dinasti sebagaimana maintenance hotel selama empat tahun terakhir, harus ada pembenahan. Ada khas khusus pada Hotel Dinasti, yakni bangunan etnik Tionghoa,” papar Zulkifli. (jun/mir)



Comments

To Top