Headline

Danny Akui tak Tahu Fee 30 Persen


MAKASSAR, BKM– Mengenakan baju kemeja putih, mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menghadiri kelanjutan kasus tindak pidana korupsi (tipikor), terkait fee 30 persen di lingkup Pemerintah Kota Makassar, Kamis (17/1), yang mendudukkan mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Erwin Syarifuddin Hayya.
Di kursi saksi dalam ruangan sidang Pengadilan Negeri Makassar, Danny sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto, begitu lantang menjawab setiap pertanyakan majelis hakim. Bahkan sejumlah simpatisan atau pendukung Danny sesekali riuh dan bersorak sambil bertepuk tangan setelah Danny dapat menjawab pertanyaan dari majelis hakim.
Namun suasana tersebut tidak berlangsung lama, sempat redam setelah majelis hakim menegur agar hadirin tertib saat berada di dalam ruang sidang. Dan bersikap tenang.
Dihadapan majelis hakim, Danny menepis dan mengaku tidak pernah terima aliran dana ataupun hasil dari fee 30 persen. Begitupun dengan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk sosialisasi di kecamatan yang sama sekali dirinya tidak tahu.
“Hal ini menjadi tanggung jawab dari KPA. Di kecamatan yang KPA nya itu camat, kalau di dinas, KPA nya kepala dinas,” tegas Danny dihadapan mejelis hakim yang diketuai Yamto Susena.
Danny mengaku, anggaran sosialisasi di kecamatan yang besarnya mencapai miliaran rupiah baru diketahui pada saat berkasus dan ditangani kepolisian. Adapun laporan masuk dari tiga camat yaitu dari camat Biringkanayya, Tamalate dan Rappocini.
“Saat berproses di kepolisian saat itu saya cuti juga. Kemudian saya didatangi oleh tiga camat melaporkan hal itu. Kalau tidak salah, camat itu ada camat Biringkanayya, Tamalate dan Rappocini,” Sebut Danny.
Tidak sampai disitu saja, pertanyaan majelis hakim terus bergulir kepada Danny. Termasuk mengenai alur dari pengelolaan Silpa, dan isi dari KUA-PPAS.
“Jadi itu persoalan teknis yang mulia. Saya sebagai wali kota, hanya sebagai pengguna anggaran. Ini sudah sifatnya deligatif baik itu TPAD maupun ke KPA. Jadi hal-hal yang seperti itu saya tidak tahu dan tidak sampai ke situ detailnya. Kalau ada hal-hal aneh, inilah sudah diperiksa inspektorat. Kalau tidak ada laporan, berarti tidak ada masalah. Begitupun juga dalam pemeriksaan BPK. Kalau ada prosedur yang salah, pasti terekam,” ucapnya.
Usai memberikan saksi, hakim menutup persidangan dan melanjutkan sidang pekan depan menghadirkan saksi lainnya.(arf)



Comments

To Top