Metro

Kebocoran Parkir Sampai “Lima Tetes”


Tak Capai Target PAD 2019 lalu

MAKASSAR, BKM– Kebocoran pendapatan retribusi parkir bukan isapan jempol. Terdapat indikasi kuat pendapatan daerah dari sektor parkir itu menguap. Satu titik lahan parkir bocor bisa rugi hingga jutaan rupiah setiap hari.

Pelaksana tugas Dirut PD Parkir Makassar Raya, Andi Bukti Djufri, membenarkan selama ini banyak kebocoran terjadi dalam pengelolaan retribusi parkir di Kota Makassar.
Berdasarkan investigasi dan data yang dihimpun, kebocoran bisa terjadi sampai lima kali sebelum retribusi tersebut masuk dan tercatat di salah satu Perusda Kota Makassar tersebut.
Persoalan itu salah satu pemicu kenapa PD Parkir Makassar Raya tidak pernah mencapai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan.”Kondisi ini tidak boleh ditutupi. Seperti itulah yang terjadi. Nanti tetesan kelima, retribusi parkir tersebut baru masuk PAD,” ungkapnya, Rabu (15/1).
Dia menjelaskan, tahun 2019 lalu, target PAD yang diberikan untuk PD Parkir Makassar Raya sebesar Rp47 miliar. Namun sayang, yang bisa dipenuhi hanya Rp17 miliar.
“Kenapa target tersebut tidak tercapai, ternyata saya tanya-tanya kolektornya, ada empat tetesan yang nyangkut. Jadi misalnya satu titik tempat parkir dapat Rp500 ribu sehari, yang masuk PAD hanya Rp10 ribu hingga Rp15 ribu ke PAD,” tambahnya.
Menyikapi persoalan tersebut, ada beberapa faktor yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah pengawasan yang perlu semakin diperketat, kolektor bagian penagihan juga harus ditambah.
Pasalnya, selama ini, satu kolektor kadang melayani empat kecamatan. Padahal ada wilayah, seperti Kecamatan Panakkukang yang punya potensi parkir cukup besar.
“Itu harus dikelola beberapa kolektor,” jelasnya.
Karenanya, lanjut Andi Bukti, PD Parkir Makassar Raya harus punya maping potensi parkir yang cukup besar.
Dia mengaku, selama sebulan lebih menjabat sebagai Plt Dirut PD Parkir Makassar Raya, pihaknya sudah melakukan telaah staf terkait hal itu. Hal itu juga sudah dilaporkan ke Pj Wali Kota Makassar.
Selain itu, pihaknya juga menggagas konsep kerjasama dengan pihak ketiga dalam mengelola parkir.
“Saya berharap konsep yang saya gagas ini nantinya bisa dimasukkan dalam program jajaran direksi PD Parkir Makassar Raya yang terpilih nantinya,” ungkap Andi Bukti.
Pada kesempatan tersebut, dia juga sempat mengeluhkan jika selama ini manajemen PD Parkir terkesan berjalan sendiri-sendiri. Terkadang ada kebijakan yang dikeluarkan, hanya bagian tertentu yang mengetahui.
“Jadi saya sampaikan, dalam mengambil keputusan atau kebijakan, semua bagian maupun seksi harus tahu. Semua harus dilibatkan. Bagaimana kerjasama, keuntungan dan sebagainya. Intinya keterbukaan dalam mengelola perusahaan,” ungkapnya.
Diapun menyoroti keterlibatan Badan Pendapatan Daerah dalam pengelolaan parkir. Seperti diketahui, ada beberapa spot dengan kontribusi parkir cukup besar, retribusinya dikelola langsung oleh Bapenda. Salah satunya adalah perparkiran di kawasan Toko Agung Makassar. Namun dia mempertanyakan, setelah dikelola Bapenda, kontribusi parkir di kawasan itu menurun drastis dibanding saat dikelola PD Parkir.
“Di Agung itu, waktu PD Parkir kelola, bisa didapat Rp15 juta per bulan. Tapi setelah diambil alih Bapenda, tinggal Rp5 juta per bulan,” jelasnya.
Dia berharap, ke depan, pengelolaan parkir diserahkan lagi sepenuhnya kepada PD Parkir.
“Ini juga menjadi masukan dari KPK, Pak Choky,” tambahnya.
Andi Bukti berharap ke depan, PD Parkir bisa lebih maksimal lagi dalam mengelola parkir sehingga target PAD yang diberikan bisa dipenuhi. Pasalnya, jika kondisi terus seperti ini, bukan tidak mungkin jika PD Parkir akan dibubarkan seperti wacana-wacana yang telah beredar selama ini.
Sebelumnya, Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan DPRD Makassar, William Louren, mengungkapkan, maraknya jukir liar menjadi salah satu faktor anjloknya PAD di Perusahaan Daerah (PD) Parkir.
”Di beberapa titik masih saja ditemukan juru parkir liar. Seharusnya pemkot dan PD parkir bisa menertibkan mereka. Karena kehadiran jukir membuat pendapatan ke kas daerah sangat kurang. Selain segi pendapatan PD Parkir juga hingga kini belum mampu memperbaiki pelayanannya,” kata.(rhm)



Comments

To Top