Metro

BPK akan Audit Seluruh OPD Pemprov


MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai bersiap menyambut kehadiran tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tataran Pemprov.
Hal itu disampaikan Kepala Inspektorat Sulsel, Salim AR. Salim mengatakan, bahwa Pemprov telah membentuk tim untuk membantu BPK berkoordinasi dengan OPD.
Misalnya, dalam hal pemenuhan administrasi yang dibutuhkan oleh BPK. Tim tersebut harus siap melaksanakan perintah BPK agar proses audit yang dilakukan bisa berjalan mulus.
“Setiap tahunnya BPK masuk memeriksa OPD jadi tim mempersiapkan bagaiman BPK masuk,” ucapnya, Rabu (15/1).
Dijelaskan Salim, bahwa BPK memang rutin memeriksa di awal tahun. Untuk itu, seluruh OPD diimbau untuk bersiap-siap mempersiapkan bahannya. Utamanya data administrasi harus segera dilengkapi kata Salim.
“Tahun ini kita sudah siap diaudit. Dimana semua OPD harus bersiap, jadi semua temuan yang sifatnya administrasi harus dilakukan,” ucapnya.
Diketahui, fokus audit BPK ialah program-program di tahun 2019. Hal-hal yang akan diaudit kaya Salim seputar hanya seputar kepegawaian, dan juga aset tentunya.
“Semuanya akan kita tertibkan,” pungkasnya
Sementara Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyebutkan, selama 2019 hasil temuan anggaran mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Ia mencontohkan, pada tahun 2019 temuan anggaran tersebar setiap OPD dengan total Rp2 miliar. Sementara pada tahun 2018 sebesar Rp5 miliar.
“Alhamdulillah pengembalian anggaran dari OPD terus mengalami progres. Sidang Perbendaharaan- Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) hingga saat ini sudah mencapai 60 persen anggaran yang berhasil diselamatkan,” ujar Andi Sudirman.
Ia menambahkan, temuan anggaran di Lingkup OPD Sulsel sejak 2017 hingga 2019, Inspektorat Sulsel telah melakukan penindakan. Menurutnya, empat bulan terakhir selama 2019 Pemprov Sulsel melalui Inspektorat Sulsel rutin melakukan Sidan TP-TGR.
“Sidang TP-TGR merupakan salah satu upaya kita mencegah. Alhamdulillah banyak hal-hal yang kita dapat cegah, juga temuan yang kita selesaikan selama 2019 sudah ada Rp2 miliar terakhir laporannya,” ungkap Andi Sudirman.
Ia-pun menegaskan, temuan di Lingkup Pemprov Sulsel tersebar di masing-masing OPD. Ia menyebut angkanya pun berbeda-beda.
“OPD yang bermasalah sebenarnya masing-masing ada, jumlah ada kecil ada juga asa besar bahkan ada juga pelanggaran administrasi,” ujarnya.
Agar tidak terjadi lagi penyelewengan anggaran, sambung Andi Sudirman, pada tahun 2020 mendatang, Pemprov Sulsel melalui Inspektorat akan melakukan audit tidak banyak sekali dalam setahun tapi tiga kali dalam setahun.
“Tahun depan inspektorat, masuk audit sebanyak tiga kali berbeda selama ini hanya satu kali yaknk akhir tahun, 202 kita maunya dari awal tengah, dan akhir tahun dievaluasi jadi kita ikuti, kalau ini lumayan mencegah penyimpan yang jauh,” tutupnya.(nug)



Comments

To Top