Metro

Balai Karantina Target Ekspor Rp15 T


MAKASSAR, BKM–Balai Besar Karantina Pertanian Makassar menargetkan ekspor tahun 2020 ini sebesar Rp15 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp11 triliun.
Adapun realisasi ekspor pertanian selama 2019 berada pada angka Rp9.109 triliun. Data ekspor komoditi pertanian yang melalui pelabuhan Soekarno Hatta tersebut terdiri dari 48 jenis komoditi.
Dari 48 jenis komoditi pertanian tersebut terdapat 15 jenis komoditi pertanian dengan nilai ekspor yang paling menunjang, diantaranya: Ampas sawit Rp13.7 miliar, buah pisang Rp48 miliar, cengkeh Rp212 miliar, dedak gandum Rp771miliar, kacang mede Rp1.8 triliun, kakao biji Rp1.8 triliun.
Kakao bubuk Rp15 miliar, kakao cair Rp271miliar, kakao olahan Rp540 miliar, kakao pasta Rp438 miliar, kakao residu Rp42 miliar, kopi biji Rp324 miliar, lada biji Rp339 miliar, rumput laut Rp1.7 triliun, rumput laut olahan Rp40 miliar.
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Andi Yusmanto, mengakui, nilai ekspor komoditi pertanian di Sulsel tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Andi sapaannya menyebutkan, nilai ekspor pertanian pada tahun 2018 hanya pada angka Rp7 triliun lebih sementara pada tahun 2019, nilai ekspor komoditi pertanian Sulsel berada pada angka Rp9 triliun lebih atau mengalami peningkatan sebesar Rp2 triliun.
“Tahun ini nilai ekspor komoditi pertanian memiliki peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar Rp2 triliun dengan kalkulasi, pada tahun 2018 nilai ekspor komoditi pertanian hanya Rp7 triliun lebih sementara 2019 berada pada angka Rp9 triliun lebih,” ungkap Andi.
Kata dia peningkatan target untuk tahun 2020 meningkat 3 kali lipat. Andi optimis, apa yang menjadi target untuk tahun 2020 dapat terealisasi. Lantaran beberapa komoditas pertanian baru di Sulsel akan masuk pasar ekspor.
Tak hanya itu, sambung Andi pada tahun 2020. Balai Besar Karantina Pertanian Makassar akan melakukan ekspor buah-buahan ke beberapa negara. Ia mengaku ekspor tersebut tidak lagi melalui jalur laut melainkan udaran dengan menggunakan pesawat cargo.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, berbagai langkah terus ditempuh untuk meningkatkan daya saing pertanian Sulsel.
Di tingkat petani, dia menjamin ketersediaan benih berkualitas melalui kerja sama Dinas Pertanian Provinsi dengan perusahaan penyedia.
Dengan kerja sama, Nurdin mengharapkan adanya transparansi dalam nilai maupun kualitas penyediaan benih bagi petani. Dia mengingatkan kepada siapa pun agar menjauhi praktik mafia benih.
“Saya berharap jangan ada mafia benih, apalagi minta jatah, minta apa lagi, itu nggak boleh. Mulai hari ini siapa pun yang menandatangani kontrak, ketahuan melakukan, Insyaallah nanti saya coret dan tidak boleh lagi masuk di Sulawesi Selatan,” Tandas Nurdin.(nug)



Comments

To Top