Sulselbar

2.057 Korban Bencana Menanti Bantuan


Pemkab idrap Salurkan Bantuan 525 KK

BANTUAN -- Pemkab Sidrap menyalurkan bantuan biaya perbaikan rumah kepada para korban angin kencang di Sidrap, Kamis (15/1).

SIDRAP, BKM — Sebanyak 2.057 korban bencana angin kencang disertai banjir di seluruh wilayah Sidrap kini menanti bantuan dari pemerintah dan semua pihak. Sejauh ini Pemkab mulai menyalurkan bantuan biaya perbaikan rumah kepada korban pada Kamis, (15/1) hari ini tapi dengan jumlah terbatas 525 KK.

Penyaluran bantuan dimulai di wilayah perkotaan atau Kecamatan Maritengngae dengan memberikan bantuan kepada 498 kepala keluarga (KK).
Kepala Badan Pengelola Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, Siara Barang mengatakan, untuk bantuan di Kecamatan Maritengngae sudah rampung semuanya. Hari ini, giliran di Kecamatan Watang Pulu dan Dua Pitue aka kita salurkan,” ujarnya.
Penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana sebanyak 525 KK di dua kecamatan, yakni Kecamatan Watang Pulu dan Dua Pitue.
“Untuk Kecamatan Watang Pulu ada 456 KK warga terdampak bencana, mereka tersebar di 10 desa sedangkan untuk Kecamatan Dua Pitue ada sebanyak 69 KK yang berasal dari 9 desa, jadi totalnya ada 525 untuk dua kecamatan,” tutur Sibar.

Musibah angin kencang yang terjadi sepuluh hari silam, sebut Siara Barang, menyebabkan rusaknya 2.057 unit rumah penduduk dan bangunan lainnya.
“Kemarin dan hari ini, kami melaksanakan perintah bapak bupati untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana angin kencang 5 Januari 2020, penyaluran bantuan ini akan terus berlangsung hingga semuanya dipastikan menerimanya,” janji Siara Barang.
Sekedar diketahui, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian mencapai Rp8,6 miliar lebih. Kerugian material yang paling banyak itu di Kecamatan Watang Pulu sekitar Rp2 miliar lebih, kemudian di Kecamatan Maritenggae sekitar Rp1 miliar lebih. Sementara di kecamatan lain rata-rata antara Rp200 juta hingga Rp900 juta.
Umumnya tingkat kerusakan material itu pada bagian atap seperti seng maupun dinding. Bahkan ada rumah warga yang ambruk akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras.
Untuk perbaikan rumah korban bencana, tim gabungan TNI-Polri sudah berada di beberapa lokasi untuk membantu warga. (ady/C)



Comments

To Top