Metro

Pemkot Siapkan Rp110 M untuk Drainase


Difokuskan di Wilayah yang Rawan Banjir

MAKASSAR, BKM — Tahun ini, Pemkot Makassar berupaya meningkatkan kinerjanya dalam hal pengelolaan saluran drainase. Apalagi, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, sudah mewanti-wanti instansi terkait untuk menyelesaikan semua persolan drainase yang belum tuntas di tahun 2019 lalu.

Anggaran yang disiapkan pun cukup besar untuk mengeksekusi rencana tersebut. Kabid PSDA dan Drainase Muh Fuad Azis mengatakan, Pemkot Makassar menyiapkan anggaran sekitar Rp110 miliar. Masing-masing untuk pembangunan saluran drainase baru, disiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar. Untuk rehabilitasi Rp43 miliar, pengendalian genangan Rp21 miliar dan sisanya untuk normalisasi kanal.
Menurut Fuad, khusus untuk rehabilitasi saluran drainase yang anggarannya cukup besar yakni Rp43 miliar, akan difokuskan di 14 kecamatan dengan model pembagian zona.
Namun, katanya untuk tahap awal, pihaknya akan memprioritaskan wilayah-wilayah yang kerap diterjang banjir seperti di Kecamatan Manggala dan Tamalanrea. Selain itu, anggaran juga akan dialokasikan untuk mendukung tanggul Nipah-nipah.
Dia berharap dengan anggaran lumayan besar tersebut, bisa menyelesaikan persoalan konektivitas antara saluran drainase tersier dan sekunder.
Khusus untuk mencegah dan meminimalisir banjir, lanjut Fuad, pihaknya bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB), berencana membangun enam kolam penampungan dan resapan.
Kolam penampungan tersebut mirip dengan kolam retensi atau aquapond yang dibangun JICA di depan kantor Gubernur Sulsel.
Melalui kolam penampungan tersebut, air genangan akan dialirkan ke saluran endapan lalu diresapkan ke dalam tanah. Sisa hasil tampungan dan resapan itu kemudian akan diolah melalui instalasi pengelolaan air limbah atau ipal.
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar, meminta ke Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan drainase sejumlah kecamatan. Saluran air atau drainase buruk seperti tersumbat, tertutup dan rusak harus segera diperbaiki. Sehingga di saat musim penghujan, air dapat mengalir dengan lancar ke sungai atau laut.
“Jadi tidak membuat wilayah banjir atau genangan air berjam-jam. Seperti kota-kota lainnya, setiap musim hujan terjadi genangan air langsung surut. Makassar harus seperti itu,” sebut Fasruddin Rusli.
Anggaran pemeliharaan drainase atau infrastruktur yang melekat di Dinas PU Kota Makassar, lanjut Acil, sapaan akrabnya, harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Manfaatnya harus terlihat dan dirasakan bagi masyarakat. Salah satu dengan menghilangkan keresahan masyarakat pada banjir dan genangan air yang berlarut-larut.
Berdasarkan data yang dikantongi Acil, masih banyak kecamatan di Kota Makassar rawan genangan air dan banjir. Dan wilayah kecamatan itu ada di Kecamatan Manggala, Kecamatan Biringkanayya, Kecamatan Rappocini dan Kecamatan Makassar.(rhm)


Comments
To Top