Metro

Kajati: Kajari Jangan Terlibat Politik


Lantik Tiga Kajari di Sulsel

MAKASSAR, BKM–Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Fidaus Dewilmar melakukan mutasi dan melantik tiga kepala kejaksaan negeri, di kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Selasa (14/01).
Tiga kepala kejaksaan negeri yang dilantik adalah, Ajie Prasetya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai, Surasbiono sebagai Kajari Pangkep, dan Yusuf Samalong sebagai Kajari Enrekang.
Semantara untuk pejabat baru Kejati Sulsel yang dilantik yakni, Wakil Kejati Sulsel, Risal Nurul Fitri, dan Asisten Intelijen Drs Yohanes Gatot Iriyanto,
Adapun pejabat lama yang diganti yaitu, Wakajati Sulsel Gerry Yasid, Asisten Intelijen Hermon Dekristo, Kajari Pangkep Firmansyah Subhan, Kajari Sinjai, Noer Adi dan Kajari Enrekang, Emanuel Ahmad.
Mutasi dan pelantikan yang dilaksanakan Kajati adalah sebuah dinamika organisasi. Di mana setiap organisasi dapat melakukan penyegaran, sehingga harapannya siapa pun yang menjabat dapat menjalankan roda organisasi dengan baik penuh amanah.
“Mutasi yang dilakukan ini sebagai dinamika organisasi dan menjadi kebutuhan setiap organisasi termasuk juga dalam institusi kejaksaan,” terang Firdaus.
Sementara itu, mengingat pemilihan kepala daerah atau pilkada yang tidak lama lagi berlangsung, Firdaus mengimbau kepada para jaksa khususnya kajari untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik politik. Sebab penanganan perkara yang berkualitas adalah harga mati. Baik perkara pidana umum maupun pidana khusus.
Menurutnya, sosok jaksa mampu bekerja profesional. Itu pula yang sering ditegaskan oleh pimpinan Jaksa Agung selaku pimpinan tertinggi.
“Jaksa utamanya kajari jangan coba-coba terlibat dalam praktik politik. Kami akan periksa dan akan memberikan sanksi tegas. Kan pimpinan sudah tegas menyatakan agar jaksa bekerja profesional, di mana penanganan perkara diminta tidak ada yang berbau kriminalisasi, tidak berbau politik,” tandasnya. (arf)


Comments
To Top