Headline

Istri Tewas Dicekik, Suami Menghilang


IST GARIS POLISI-Pelayat memenuhi halaman rumah keluarga almarhumah Neni di Kampung Pattiro, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Garis polisi telah dipasang.

GOWA, BKM — Di sebuah rumah Kampung Pattiro, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (14/1). Suasana ramai orang-orang dengan rona wajah sedih. Mereka tengah melayat di rumah duka.
Di bagian dalam tengah terbujur kaku mayat seorang perempuan. Nur Aini namanya. Keluarga dan sahabat biasa memanggilnya Neni. Ibu usia 36 tahun dan telah memiliki dua anak ini menjemput ajal dengan cara mengenaskan.
Peristiwa tragis yang menggegerkan warga sekitar itu terjadi, Senin (13/1). Karena diindikasikan sebagai peristiwa kriminal, garis polisi langsung dipasang di depan rumah korban di Kampung Pattiro.
Informasi yang diperoleh BKM, Neni tewas diduga karena sengaja dicekik. Jasadnya ditemukan telentang di dalam rumah mengenakan celana panjang jins warna biru dan baju kaos hitam.
Yang pertama kali menemukan mayat Neni adalah ibunya Hajrah Dg Ke’nang. Ketika itu ia baru saja pulang dari berjualan di kampus Unismuh. Kebetulan membawa makanan, dan hendak memberikan kepada putrinya. Hal itu sudah biasa dilakukan Dg Ke’nang sepulang dari berjualan.
Saat masuk ke dalam rumah, ia mendapati cucunya. Kepada bocah 5 tahun ini, Dg Ke’nang menanyakan keberadaan ibunya. ”Adaji. Mamakku tidur di dalam,” begitu penuturan pihak keluarga, kemarin.
Mendengar hal itu, Dg Ke’nang pun masuk ke dalam rumah. Dia pun mendapati Neni dengan posisi miring seperti tertidur di dalam kamar.
”Bangunko, bawaka makanan,” begitu kata ibunya.
Namun, Neni bergeming. Tubuhnya tak bergerak. Karena lama tak bangun-bangun, akhirnya Dg Ke’nang menarik badan anaknya agar menghadap ke atas.
Alangkah kagetnya ia, karena wajah Neni sudah bengkak dan menghitam. Di lehernya terdapat ikatan handuk. Bekas lilitannya juga sudah menghitam.
Spontan saja Dg Ke’nang menarik tubuh anaknya ke ruang depan disertai teriakan histeris. Cucu yang dijumpainya tadi, menyampaikan kalau yang melakukan hal itu adalah Yaya, suami Neni.
Dari pengakuan tetangga, sebelum Neni ditemukan meninggal, suaminya terlihat naik sepeda motor. Ia membawa serta anak bungsunya, buah pernikahan dengan korban. Yaya berkendara menuju arah barat membonceng putranya.
Semasa hidupnya, korban Neni memiliki dua orang anak. Satu dari pernikahan pertamanya yang kandas. Satunya lagi dari pernikahan keduanya dengan Yaya.
Tak lama berselang, petugas dari Polsek Bontomarannu tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari keterangan yang diperoleh, Neni merupakan anak dari pasangan Mustafa Dg Lira dan Hajra Dg Ke’nang.
Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola melalui Kasubag Humas AKP Mangatas Tambunan menuturkan, jasad korban pertama kali ditemukan pada pukul 13.00 Wita, Senin (13/1). Ibu korban kemudian memanggil kerabatnya bernama Nasrun Dg Nassa dan Hakim Dg Tika untuk mengangkat korban ke ruang tamu.
Petugas kemudian mengamankan lokasi dengan memberikan garis polisi. Selanjutnya mendatangkan Tim Inafis Polres Gowa dan Dokpol RS Bhayangkara
Karena korban diduga mati tidak wajar, selanjutnya  dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga agar mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara diotopsi pada pukul 17.30 Wita. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan.
”Kami mengimbau kepada pihak keluarga untuk menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” ujar AKP Mangatas Tambunan. 
Ayah korban Mustafa Dg Lira, mengaku tidak tahu menahu persoalan keluarga yang menimpa anaknya. ”Saya tidak tahu persoalan mereka,” ujarnya singkat, kemarin.
Sementara Dg Ke’nang masih tidak bisa diganggu. Sejak menemukan anaknya dengan kondisi tak bernyawa, ia sesekali berteriak histeris.
Sementara informasi dari pihak keluarga yang lain bernama Dg Mappa, korban meninggal karena dibunuh. Dan yang diduga melakukannya adalah Yaya, suami Neni.
“Soalnya sejak kejadian, suaminya sudah tidak ada. Lariki. padahal kemarin-kemarin adaji,” cetusnya.
Informasi lain yang dihimpun dari kalangan keluarga, menyebutkan antara Neni dan suminya terlibat pertengkaran sebelum ditamukan meninggal. Mereka terdengar bertengkar sejak pagi hari pukul 08.00 Wita. Setelah lewat pukul 10.00 Wita, tak ada lagi suara. Baru pada sore hari Neni ditemukan sudah menjemput ajal.
Oleh pihak keluarga, Yaya dihambarkan pria yang temperamen. Dia kerap marah dan suka cemburu.
”Istrinya itu kan jualan lewat online. Suaminya kerap marah. Kemungkinan Neni sudah meninggal jam 10.00 pagi kemarin, tapi baru diketahui sorenya. Itu pun keluarga bertanya-tanya kenapa dia (korban) seharian tidak keluar-keluar dari rumahnya. Ternyata dia sudah meninggal kasiah dengan wajah sudah membengkak,” ujar salah seorang kerabat.
Saat terlihat pertama kali, kata keluarga, di leher Neni ada handuk. ”Mungkin dia dicekik pakai handuk itu, atau bagaimana-bagaimana saya tidak tahu. Iye, suaminya yang sekarang ini adalah suami yang kedua,” imbuhnya. (sar/rus)


Comments
To Top