Headline

Hendak Tikam Polisi, DPO Jambret Tewas Ditembak


Pengantar Jenazahnya Lempari Mapolsek

IST TEWAS DITEMBAK-Aparat kepolisian bersenjata lengkap berjaga di lokasi penembakan tersangka Erwin di Jalan Tinumbu, Senin malam (13/1).

MAKASSAR, BKM — Berakhir sudah petualangan Erwin alias Wiwin alias Tumbal di dunia kriminal. Pria usia 25 tahun, warga Jalan Tinumbu Lorong 142 ini meregang nyawa di ujung pistol aparat.
Tersangka kasus jambret ini sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ada tiga lokasi aksinya di wilayah hukum Polsek Bontoala.
Aparat Polsek Bontoala mengambil tindakan tegas dengan menembaknya, Senin (13/1) sekitar pukul 19.00 Wita tak jauh dari rumahnya di Jalan Tinumbu. Pengejaran terhadapnya dilakukan berdasarkan aduan korban bernomor: LP/136/K/XI/2019/Restabes Mks/Sek. Bontoala. Kejadian yang dialaminya pada Jumat (8/11) 2019 pukul 13.00 Wita dengan korban atas nama Nober Sariramba (26), warga Jl Batara Bira.
Kedua, pengaduan bernomor: LP/148/K/X/2019/Restabes Mks/Sek. Bontoala. Peristiwanya pada Jumat (9/9) 2019 pukul 14.30 Wita. Korban atas nama Erni (38), beralamat di Jalan Gunung Bawakaraeng. Ketigam nomor: LP/149/K/IX/2019/Restabes Mks/Sek. Bontoala. Waktu kejadian Sabtu (28/9) 2016 pukul 15.00 Wita. Korban Andriani alias Yanti (20), warga Selayar.
Kanit Reskrim Polsek Bontoala Iptu Rahman Ronrong, mengatakan sejumlah barang bukti diamankan dari penangkapan Tumbal. Di antaranya sebilah badik, serta satu unit motor Yamaha Mio warna merah.
Dijelaskan, penangkapan tersangka berawal ketika anggota Opsnal Polsek Bontoala melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku yang sudah lama dicari sedang duduk di pinggir jalan. Melihat aparat datang, tersangka langsung lari meninggalkan lokasi.
”Anggota kemudian melakukan pengejaran. Tersangka lari naik di atap rumah warga secara berpindah- pindah. Seorang pemilik rumah menyampaikan kepada anggota kalau tersangka sedang berada di atap rumahnya,” jelas IptuRahman, kemarin.
Selanjutnya, seorang anggota kepolisian Aiptu Mei S Sanger mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Tujuannya agar Tumbal turun.
Langkah petugas berbuah hasil. Tersangka turun dari atap. Namun bukan menyerahkan diri. Tapi berusaha memberikan perlawanan kepada polisi.
Sebilah badik langsung dicabut oleh tersangka. Ia bermaksud menyerang Aipda Mei. Melihat situasi yang kritis terebut, tembakan langsung diarahkan ke tubuh tersangka. Sebutir peluru menembus dana kanannya.
Tumbal pun jatuh tersungkur tak berkutik. Polisi kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Lempari Mapolsek

Nampaknya, pihak keluarga tak terima jika Tumbal ditembak mati oleh aparat. Ketika iring-iringan hendak mengantar jenazah untuk dikebumikan di Maros, Selasa (14/1), mereka sempat melakukan perbuatan tak terpuji.
Ketika melintas di depan Mapolsek Bontoala, beberapa orang pengantar jenazah melempari kantor polisi. Awalnya, mereka yang melaju dari Jalan Masjid Raya-Jalan Sunu, tiba-tiba saja berhenti di depan mapolsek. Suara teriakan terdengar. Disusul kemudian pelemparan batu.
Kapolsek Bontoala Kompol Andriany L mengatakan, pihaknya berusaha menenangkan keluarga yang emosi. Mereka kemudian diminta untuk melanjutkan perjalanan mengantar jenazah.
Menyusul kejadian tersebut, personel Sabhara Polrestabes Makassar bersama anggota Polsek Bontoala masih melakukan penjagaan di sekitar mapolsek. Mereka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari pihak keluarga Wiwin. (jul/rus)


Comments
To Top