Metro

Berharap Jangan Pernah Ada Gedung 100 Meter yang Terbakar


Hasanuddin, Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar (2-Habis)

BKM/JUNI SEWANG INSTRUKSI--Hasanuddin memberikan isntruksi kepada para pesonel pemadam untuk bisa sigap dan hati-hati dalam bertugas. Sebab selain menolong orang, nyawapun bisa menjadi taruhannya.

TUGAS dari personel Pemadam Kebakaran tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu warga kota dalam melayani kebutuhan air bersih. Hal tersebut selama ini dijalankan Hasanuddin.

Laporan: JUNI SEWANG

Menurut Hasanuddin kepada penulis, tugas-tugas yang dilakukan personel Damkar Kota Makassar telah berjalan baik, termasuk urusan di luar kewenangan Damkar juga berjalan maksimal seperti menyiapkan air bersih kepada warga kota yang kekurangan air di musim kemarau.”Warga sangat senang terbantu oleh damkar yang melayani kebutuhan air bersih,” jelas Hasanuddin.
Menurut Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar ini, apa yang dikerjakannya bersama personel damkar merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat.“Kami ikhlas saja bekerja. Soal apa yang sudah kami lakukan biar masyarakat yang menilai,” ungkapnya.
Namun ia menegaskan, kendati hanya memiliki tupoksi melakukan pemadaman kebakaran. Tapi masih banyak yang bisa dilakukan personilnya. Karena jika tidak dikerjakan, maka siapa yang akan melakukannya. Sementara personilnya bisa untuk melakukan itu.
“Intinya kalau urusan kerja, kami siap. Saya kira semua tugas yang diemban terasa enteng kalau semua fungsi struktural dan garis komando berjalan dengan baik. Baik itu bottom up maupun top down,” tegasnya.
Hasanuddin menambahkan terkait tugas pemadaman dan penyelamatan yang paling berat adalah Kebakaran yang terjadi di gedung tinggi. Tapi semua itu terasa enteng kalau dilaksanakan secara tim.
“Dasar kualifikasi saya adalah inspektur kebakaran (diklat ciracas tahun 2016), ispektur ini adalah diklat tertinggi yang ada pada petugas pemadam kebakaran secara nasional. Saat 2016, saya membentuk petugas rescue di Damkar kota Makassar, ada enam regu yang masing masing melekat pada peleton penadaman,” kata Hasanuddin.
Adapun tim tersebut, kata dia, yakni tim animal rescue adalah penyelamatan hewan peliharaan, dan mengevakuasi adanya ancaman hewan buas (ular, buaya dll termasuk sarang tawon), water rescue, adalah penyelamatan adanya orang yang tenggelam atau terbawah arus deras, vertical rescue adalah penyelamatan baik itu di ketinggian gedung maupun di kedalaman sumur, dana tanah yang amblas.
Termasuk collapse structure adalah penyelamat atau evakuasi korban pada reruntuhan gedung, road traffic accident adalah penyelamatan/evakuasi korban pada saat terjadinya suatu tabrakan di jalan raya atau adanya pohon yang tumbang dimana adanya orang atau yang terperangkap atau terjepit di pohon tersebut.” Alhamdullilah saat ini kita belum pernah menghadapi kebakaran gedung diatas empat lantai dan mudah-mudahan tidak akan pernah.Karena armada tangga milik damkar hanya tiga unit yang masing masing 42 meter dan 17 meter. Sedangkan gedung yang ada di Makassar sudah ada yang lebih dari 100 meter,” jelasnya.
Menjadi seorang petugas pemadam kebakaran, kata Hasanuddin, merupakan pekerjaan penuh tantangan karena tugasnya tidak hanya memadamkan api, tetapi menyelamatkan nyawa orang.
“Untuk menjadi personel pemadam, pertama harus memiliki kesehatan fisik yang kuat, karena tugasnya untuk memadamkan api butuh tenaga estra. Petugas pemadam juga setidak- setidaknya memiliki banyak keahlian, mulai dari pemadaman kebakaran, memanjat ataupun menuruni gedung menggunakan tali, serta mengevakuasi korban reruntuhan dengan alat bantu ringan dan lainnya,” jelasnya.
Intinya kata Hasanuddin, yang harus dimiliki seorang pemadam untuk menjadi petugas tangguh, adalah siapkan metal, disiplin, dedikasi dan loyalitas.(*)


Comments
To Top