Metro

Siapkan Mental, Resikonya Nyawa Taruhannya


Hasanuddin, Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar (1)

BKM/JUNI SEWANG INSTRUKSI--Hasanuddin memberikan isntruksi kepada para pesonel pemadam untuk bisa sigap dan hati-hati dalam bertugas. Sebab selain menolong orang, nyawapun bisa menjadi taruhannya.

MUSIBAH kebakaran adalah kejadian yang tidak dapat diprediksi, dan dapat terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, para petugas pemadam kebakaran harus siap bekerja selama 24 jam untuk menjaga kota ini.

Laporan: JUNI SEWANG

Pantang pulang sebelum api padam, itulah semboyan dari para satria untuk menaklukkan si jago merah. Hal ini-lah yang ditegaskan, Hasanuddin yang saat ini menjabat Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, yang berkantor di Jalan dr Ratulangi.
Kepada penulis, Hasanuddin mengaku sudah lima tahun ini bertugas sebagai personel pemadam kebakaran di Kota Makassar, tepatnya sejak tahun 2015.
Menjadi seorang petugas pemadam kebakaran, kata Hasanuddin, merupakan pekerjaan penuh tantangan karena tugasnya tidak hanya memadamkan api, tetapi menyelamatkan nyawa orang.
“Untuk menjadi personel pemadam, pertama harus memiliki kesehatan fisik yang kuat, karena tugasnya untuk memadamkan api butuh tenaga estra. Petugas pemadam juga setidak- setidaknya memiliki banyak keahlian, mulai dari pemadaman kebakaran, memanjat ataupun menuruni gedung menggunakan tali, serta mengevakuasi korban reruntuhan dengan alat bantu ringan dan lainnya,” jelasnya.

Intinya kata Hasanuddin, yang harus dimiliki seorang pemadam untuk menjadi petugas tangguh, adalah siapkan metal, disiplin, dedikasi dan loyalitas.
“Selaku yang bertugas dioperasional mengkoordinir jalannya suatu rencana operasi pemadaman dan pengendalian operasi pemadaman, ada hirarki di sistem komando operasi baik laporan maupun kendali operasi. Menginstruksikan melalui jalur komando melalui komandan kompi, peleton dan regu, kemudian melaporkan ke pak kadis terjadinya suatu kebakaran,” jelasnya.
“Kami kerja 24 Jam. Karena kejadian kebakaran tidak dapat kita prediksi. Selama 24 jam tersebut kami standbye dengan membagi shift,” jelas Syawal.
Syawal juga menjelaskan bahwa Disdamkar tidak hanya melakukan pengendalian terhadap bencana kebakaran, namun juga penanggulangan terhadap bencana lainnya. “Tugas kami adalah melayani masyarakat dalam hal keamanan dan ketertiban umum,” lanjut Syawal.
Menjadi pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang mulia, berat, sebab taruhan nya adalah nyawa. Hal tersebut tidak sama sekali memadamkan semangat mereka, tambahnya.(*)


Comments
To Top