Metro

PJ Wali Kota, NA Tunggu Evaluasi Kemendagri


MAKASSAR, BKM–Sisa empat bulan lagi, Iqbal Suhaeb mengakhiri masa tugasnya sebagai penjabat Wali Kota Makassar. Tepatnya, Mei 2020, Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah akan menunjuk penjabat wali kota sampai dilantik Wali Kota Makassar defenitif usai pemilihan wali kota dan wakil wali kota, september mendatang.
Meskipun belum mengisyaratkan siapa nama yang akan ditunjuk, NA sapaan akrab Nurdin Abdullah mengatakan jika ia masih menunggu hasil evaluasi dari Kementrian Dalam Negeri.
Terkait dengan PJ Wali Kota yang masih menjabat sekarang, Iqbal Suhaeb, NA mengakui, tinggal melihat kinerjanya dari hasil penilaian masyarakat dan kemendagri.
Nurdin juga menampik jika dirinya lah yang menilai kinerja Pj Wali Kota. Baginya yang berhak menilai adalah masyarakat dan Kemendagri.
“Pj Wali Kota Makassar itu punya batas waktu satu tahun. Ketika nanti sudah berakhir dan tidak memungkinkan, bisa langsung diganti. Kita lihat dan kita juga mendengar hasil evaluasi Kemendagri,” ungkap Nurdin.
Terpisah, Pengamat Ekonomi, Bastian Lubis mengatakan, kinerja Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, belum terlalu memuaskan utamanya kinerja keuangan.
“Secara objektif kinerja keuangan kurang berhasil, ini merupakan kemunduran,” ucap Bastian.
Tak hanya itu, Bastian menyebut Pj Wali Kota Makassar dari awal menjabat telah menimbulkan permasalahan yakni pembatalan SK Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 1.073 orang.
Informasi sebelumnya, jika beredar tiga nama yang diusulkan Pemprov Sulsel untuk menggantikan posisi Iqbal.
Nama-nama tersebut diantaranya, Asri Syahrun Said yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Denny Irawan, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulsel Prof Rudy Jamaluddin.
Dari tiga nama tersebut, menguat nama Asri Syahrun Said yang bakal menjabat Pj Wali Kota Makassar selanjutnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, mengatakan, dirinya baru mendengar informasi tersebut.
“Informasi dari mana itu? Saya belum mendengar. Kalau ada begitu, jangan tanyakan ke saya. Tanya ke orang yang menyebar informasi,” ungkapnya.
Namun, dia buru-buru menegaskan jika pihaknya tidak mempersoalkan siapa yang bakal menggantikan dirinya sebagai Pj Wali Kota. Sebagai bawahan dari Gubernur Sulsel dirinya harus mengikuti segala perintah dan kebijakan yang dikeluarkan. Meskipun namanya tidak masuk dalam tiga orang yang diusulkan.
“Kalau memang nama saya tidak masuk, tidak ada persoalan. Kita bekerja saja sebaik-baiknya,” tandas Iqbal.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulsel, Hasan Basri Ambarala membenarkan jika masa jabatan Iqbal sebagai Pj Wali Kota Makassar kini tersisa lima bulan.
“Masa jabatan Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berakhir bulan lima. Setelah itu tidak menjabat lagi, karena SK-nya hanya satu tahun,” terang Ambarala lagi.
Apakah nantinya akan dilakukan pergantian penjabat wali kota atau Iqbal tetap di posisi tersebut hingga terpilihnya wali kota definitif, menurut Ambarala, semuanya kembali ke gubernur.
”Jadi untuk diganti atau tidak, tergantung Pak Gubernur,” tandasnya.
Sejauh ini, Ambarala mengaku Pemprov Sulsel belum memproses atau mengajukan nama-nama yang akan menggantikan Iqbal.
“Belum ada perintah dari pimpinan untuk mengajukan nama-nama yang akan menggantikan Iqbal sebagai Pj Wali Kota Makassar,” tandasnya. (nug)


Comments
To Top