Gojentakmapan

Elevasi Waduk Bilibili Tetap di Bawah Normal


BKM/SAR DI BAWAH NORMAL -- Kondisi air waduk per Selasa pukul 15.00 Wita. Kondisinya terpantau masih di bawah normal.

GOWA, BKM — Curah hujan yang mulai meninggi dibagian hulu Kabupaten Gowa, jelas telah menambah pasokan air masuk ke Sungai Jeneberang dan Waduk Bilibili.

Kondisi curah hujan sejak Sabtu petang (11/1) terus berlanjut hingga Selasa (13/1) pukul 14.00 Wita. Hujan pun akan berlanjut seperti prediksi BMKG yang memprediksikan hingga 15 Januari 2020, bahkan hingga Februari mendatang.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Supardji, ketika dikonfirmasi mengatakan, hingga kini kondisi elevasi waduk masih tetap di bawah normal.

Untuk kondisi terkini, katanya, hingga pukul 15.00 Wita, Selasa (13/1), elevasi Waduk Bilibili pada angka 88.45 Mdpl. Angka ini masih di bawah normal.

Untuk rinciannya sesuai kategori tingkat kenaikan dan statusnya tambahnya adalah sebagai berikut,  elevasi normal itu pada angka +99.50 Mdpl, elevasi waspada pada angka +100.00 Mdpl, elevasi siaga pada angka +101.60 Mdpl dan elevasi awas sudah mencapai angka +103.00 Mdpl.

Pada level status waspada inilah, pihak waduk harus melakukan pembuangan air dengan membuka pintu air waduk dengan terukur. ”Untuk saat ini, kondisi elevasi masih pada angka 88.45 Mdpl atau masih dibawah normal,” terangnya.

Saat ini pula pihak BBWSPJ melakukan pengamatan status secara rutin dan melakukan updating data elevasi per jam. Giat pengawasan ini dibantu jajaran Pam Kepolisian dari Polres Gowa.

Ditanya terkait adanya informasi bahwa elevasi air waduk sudah melewati batas normal yang diposting oknum di medsos, Supardji langsung membantah.
”Itu tidak benar. Yang benar bahwa kondisi elevasi air waduk masih di bawah normal,” tandas Supardji.

Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola, mengawasi secara langsung updating monitor elevasi dan dikontrol rutin Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri Mustafa dengan menempatkan sejumlah personel polisi di sebagai Pam jaga mendampingi petugas internal Waduk Bilibili.

Tidak ada satupun warga yang dibolehkan masuk ke ruang data waduk selain petugas internal Dam. Petugas Pam pun hanya melakukan penjagaan dari luar dan tidak membebaskan pengunjung waduk untuk masuk area jaga kecuali di luar gerbang waduk jika hanya untuk melihat-lihat kondisi waduk.

Terpisah Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri Mustafa kepada Beritakota Makassar, Minggu siang, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya berita-berita yang beredar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan apalagi yang digaungkan di Medsos tanpa ada konfirmasi pejabat berwenang.

”Alhamdulillah titik air di pintu Dam Bilibili masih dibawah batas normal. Jadi kami imbau agar masyarakat tenang dan tidak mudah dengar isu-isu yang sengaja ingin meresahkan masyarakat. Mari kita senantiasa

memohon doa kepada Yang Maha Kuasa baik warga masyarakat Gowa maupun warga Kota Makassar semoga kita dijauhkan dari bencana,” kata Kompol Muh Fajri Mustafa.
Dikatakan, sejauh ini pihaknya terus mengingatkan personel jaga di waduk untuk mengawasi secara berkesinambungan. Selain mengawasi dan menjaga kondisi waduk juga diminta untuk tidak memperbolehkan siapapun masyarakat umum yang mau masuk ke area ruang kontrol waduk.

Bahkan petugas jaga dari Kepolisian pun, menurut Wakapolres Gowa, tidak diperkenankan masuk ke ruang-ruang kantor dan menyentuh panel atau tombol yang berkaitan dengan peralatan elektronik dan sebagainya.

”Dimohonkan kepada petugas Pam Dam agar tetap menjaga areal mulai dari depan kantor sampai ke ruang-ruang kontrol untuk tidak diakses atau dimasuki oleh oknum-oknum selaib petugas bendungan Bilibili. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya,” kata Wakapolres. (sar/mir)


Comments
To Top