Metro

Cuaca Buruk, Nelayan Takut Melaut


Lebih Memilih Perbaiki Perahu

MAKASSAR, BKM– Sudah satu minggu ini, cuaca buruk melanda sebagian wilayah perairan di Makassar. Hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi membuat nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rajawali dan Pelabuhan Paotere tidak melaut.

Seperti yang dirasakan Daeng Jumang. Jumang, sapaan akrabnya merupakan salah satu nelayan yang sudah seminggu hanya memanfaatkan waktu untuk beristirahat, membersihkan kapal dan memperbaiki peralatan tangkap ikannya. Jumang tidak beroperasi menangkap ikan di laut bersama teman-teman nelayan karena cuaca buruk.
“Sudah satu minggu tidak keluar cari ikan, karena cuaca buruk dan kencang anging. Kami nelayan dapat imbauan untuk tidak beroperasi sementara waktu karena cuaca buruk,” kata Jumang di Jalan Rajawali, Senin (13/1).
Para nelayan lanjut Jumang, memilih untuk memperbaiki peralatan tangkap dan kapal-kapal sekitar TPI Rajawali. Sehingga jika cuaca sudah kembali normal, maka nelayan sudah dapat kembali melaut.
“Tidak tahu sampai berapa lama tinggal istirahat tidak melaut. Kalau dipaksa keluar biaya operasional tinggi dan tidak dapat dipastikan hasil tangkapan. Sementara kalau istirahatnya lama, yang ada cuma pusing karena uang tidak ada masuk. Semoga saja cuaca segera normal lagi,” imbuhnya.
Menurutnya, dia bersama teman-teman nelayan sering beroperasi di wilayah perairan Sulawesi. Sekali melaut, dia menghabiskan waktu selama satu minggu. Ikan hasil tangkapan kemudian dia jual di TPI Rajawali.
“Paling banyak waktu dihabiskan di laut lepas. Satu kapal kami 10 orang dan itu bekerja selama satu minggu cari ikan. Nah kalau kondisinya seperti ini, gelombang tinggi dan angin kencang, pasti bahaya. Tidak boleh beroperasi karena risikonya tinggi,” tambahnya.
Hal yang sama juga dirasakan, Dg Nai, salah satu nelayan di Pelabuhan Paotere. Ia mengaku, menangkap ikan sampai di perairan Selayar dan Kendari. Tapi karena kondisi cuaca tidak memungkinkan maka ia memilih untuk isterahat.
“Syukurnya baru juga pulang. belum bisa melaut karena angin kencang, belum lagi bisa rugi beli solar sama beli es,” kata Dg Nai, warga Galesong yang menambatkan kapalnya di Pelabuhan Paotere, kemarin.
Sementara itu, pihak Syahbandar dan BMKG Makassar juga sudah mengeluarkan imbauan agar kapal-kapal kecil, termasuk kapal penangkap ikan tidak melaut sementara, meskipun imbauan tersebut hingga 12 Januari, lalu.
“Hingga besok kami imbau jangan ada yang melaut dulu. Setelahnya nanti kami akan berkoordinasi dengan BMKG,” ujar Koordinator Pos Syahbandar Pelabuhan Paotere Makassar, Nufrizal.
Malahan tambah Nufrizal, pihaknya melarang nelayan untuk tidak beraktivitas dulu tiga hari ke depan. Kalau informasi dari BMKG itu selama tiga hari sampai tanggal 15 Januari. Meskipun demikian, pihaknya memberikan peringatan kepada para nelayan untuk tidak melakukan aktivitasnya dalam kurun waktu satu minggu ke depan.
“Kami juga melihat sampai Tiga hari ke depan cuaca masih buruk. Jadi seperti kapal penumpang ditunda dulu keberangkatannya. Dan surat edaran dari BMKG, memang tiga hari kedepan itu cuaca masih buruk,” jelasnya. (arf-jun)


Comments
To Top