Gojentakmapan

Anak Korban Ngaku Ketakutan


Kasus Kematian Pabalu’ Coto Masih Misterius

GOWA, BKM — Kasus kematian pabalu’ coto (penjual coto) bernama Muh Dahlan Daeng Liwang (52), hingga kini belum juga terungkap.

Kematian korban yang ditemukan bersimbah darah tergeletak di pinggir jalan di Jalan Inspeksi Kanal samping perumahan elit Citra Land, masih misterius.
Sudah tiga pekan sejak penemuan mayat penjual coto ini, belum juga ada penguatan apakah dibunuh atau ada penyebab lainnya.

Jajaran penyidik Kepolisian Resort (Polres) Gowa juga hingga kini masih melakukan penyelidikan dan masih mengumpulkan keterangan dan mencari barang bukti di sekitar TKP dan beberapa tempat dimana terakhir korban masih hidup.

Kelima anak Dahlan Daeng Liwang pun hingga kini trauma atas kematian tragis ayahnya. Selain trauma dan sudah menjadi yatim piatu, anak-anak korban pun ketakutan. Sebab pelaku di balik kematian ayahnya belum juga diketahui jejaknya.

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Sulsel, Abdul Aziz Saleh, saat dikonfirmasi Senin kemarin (13/1), mengatakan, keluarga korban trauma dan merasa tidak aman karena pelakunya masih berkeliaran.

Kasus tewasnya pabalu’ coto ini terjadi di Jalan Inspeksi Kanal atau Jalan Yompo Daeng Naba, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis pagi (19/12/2019).

PBHI Sulsel selaku kuasa hukum putri korban berharap, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola kiranya pro aktif dalam kasus pembunuhan ini.

PHBI Sulsel berharap Kapolres Gowa bisa segera mengungkap kasus kematian Daeng Liwang ini.

”Kasus ini sudah masuk tiga pekan namun belum ada tanda-tanda terungkap. Kami lihat belum ada kemajuan. Polres Gowa harus betul-betul proaktif,” terang Aziz.

Magister ilmu hukum ini menilai, jika kasus kematian Dahlan Daeng Liwang tak terungkap, maka kasus serupa dikuatirkan bisa terjadi ke depan.

Sebelumnya, PBHI Sulsel sudah dua kali mendatangi Mako Polres Gowa di Jalan Syamsuddin Tunru, Sungguminasa.
PBHI datang untuk mempertanyakan progres kasus kematian pabalu coto ini dalam dua kali kunjungan itu, PBHI belum mendapat jawaban. ”Kita sudah dua kali ke sana, tapi belum sempat ketemu langsung penyidik yang menangani,” tambah Syamsumarlin, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum PBHI Sulsel.

Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menantikan hasil autopsi dari Forensik.
”Kita masih menunggu hasil outopsi dari Forensik. Saat ini untuk segera mengungkap kasus kematian Dahlan Dg Liwang, anggota kita maksimalkan di lapangan,” kata Kapolres Gowa singkat melalui pesan WhatsAppnya.

Sementara itu, kesedihan tak henti menyelimuti anak-anak korban. Seperti dikatakan Hasdalil Mukminat (27) anak sulung (lima anak korban).
Menurut putri korban, dia dan empat adiknya kini dirundung ketakutan akibat pelaku masih berkeliaran.
Hasdalil pun menduga kematian ayahnya karena ada pelaku. Bahkan, Hasdalil mengklaim ayahnya tewas karena ditembak. Klaimnya itu didasari dari luka yang dialami ayahnya dibagian tubuh. Luka itu membentuk lubang seperti bekas hantaman peluru.

”Waktu mayat ayah ditemukan, saya dan keluarga melihat lukanya seperti bekas tembakan peluru,” kata Hasdalil, dihubungi Minggu (12/1).

Hasdalil berharap, hasil pemeriksaan autopsi nantinya bisa menyingkap tabir penyebab kematian ayahnya. Utamanya dugaan bekas tembakan tersebut. (sar/mir)


Comments
To Top