Headline

24 Lolos Berkas, Empat tak Penuhi Syarat


Kader Gerindra Mundur Demi Direksi Perumda PDAM

MAKASSAR, BKM — Tahapan seleksi calon direksi PDAM Kota Makassar sudah mulai berproses. Tim seleksi (timsel) yang dikomandoi Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani baru saja merampungkan seleksi berkas.
Nama-nama yang lulus pun sudah diumumkan, Senin pagi (13/1) melalui website PDAM. Pengumuman bernomor: 002/PANSEL/PERUMDA AIR MINUM KM/I/2020.
Salah seorang timsel, Prof Gagarin Pagalung menjelaskan, dari 28 orang yang mendaftar dan memasukkan berkas, ada 24 orang lolos ke tahapan selanjutnya.
“Jadi dari 28 yang mendaftar, 24 dinyatakan lulus berkas. Empat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ungkap Prof Gagarin saat dihubungi BKM, Senin (13/1).
Mantan timsel sekprov Sulsel itu pun merinci untuk posisi direktur utama (dirut) ada tiga pelamar. Namun hanya dua yang memenuhi syarat.
“Jadi dua itu saja yang kita dorong untuk ikut seleksi tahap selanjutnya,” ungkap Prof Gagarin.
Dia melanjutkan, untuk posisi direktur umum (dirum), pendaftarnya paling banyak, yakni 14 orang. Namun hanya 12 yang memenuhi syarat, sementara dua lainnya tidak memenuhi.
Untuk posisi direktur keuangan (dirkeu), lima yang mendaftar, semuanya memenuhi syarat untuk ikut tahapan seleksi selanjutnya. Sementara untuk posisi direktur teknik (dirtek), dari tujuh pendaftar, lima memenuhi syarat dan dua orang lainnya dinyatakan gugur.
Prof Gagarin mengatakan, peserta yang tidak lulus berkas pada umumnya disebabkan oleh tidak lengkap berkas atau dokumen.
Dia melanjutkan, peserta seleksi yang dinyatakan lulus berkas akan menjalani psikotest pada Kamis (16/1) mendatang di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Setelah itu, diagendakan tahapan penulisan makalah dan studi kasus terkait rencana bisnis PDAM ke depan. Tahapan seleksi kembali dilanjutkan pada 19 Januari mendatang dengan materi tes wawancara. Dan sehari kemudian, timsel akan mengumumkan nama-nama yang masuk tiga besar untuk masing-masing posisi direksi.
Nama-nama itu nantinya akan diserahkan ke Penjabat Wali Kota Makassar HM Iqbal Suhaeb untuk menentukan siapa yang terpilih sebagai direktur utama, direktur teknik, direktur keuangan, dan direktur umum.
“Jadi nantinya setiap posisi akan diajukan tiga nama dengan skoring tertinggi. Khusus untuk calon direktur utama, hanya dua yang akan diajukan, karena hanya itu yang memenuhi syarat,” ungkapnya.
Penentuan posisi jajaran direksi PDAM nantinya menjadi hak prerogatif pj wali kota. Jadi, belum tentu yang memiliki skoring tertinggi itu yang akan terpilih.
Dihubungi terpisah, Ketua Pansel Direksi PDAM Sittiara Kinang mengatakan pihaknya sudah merampungkan pekerjaan yang diberikan.
“Jadi saat batas akhir pendaftaran Minggu, 12 Januari, penyetoran berkas, langsung kami serahkan ke timsel. Selanjutnya mereka yang akan bekerja,” imbuhnya.
Sittiara memastikan tidak akan memperpanjang proses pendaftaran. Pengumuman seleksi administrasi selanjutnya akan diserahkan ke timsel.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebagian besar peserta yang mendaftar merupakan mantan peserta lelang PDAM pada 2015 lalu. Mereka mencoba kembali mengadu nasib di lelang direksi periode 2020-2025.
Beberapa nama di antaranya yakni Andi Bayuni Marzuki, Andi Nurjaya, Asdar Ali, Imran R Adnan, serta Hamzah Ahmad yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) dirut Perumda Air Minum Kota Makassar.
Hanya saja, Sittiara enggan merinci latar belakang masing-masing peserta. Jelasnya, dari semua peserta ada beberapa yang berasal dari internal direksi. Semisal, Plt Dirut Perumda Air Minum Hamzah Ahmad, Plt Direktur Keuangan Tiro Paranoan. “Saya tidak tahu backgroundnya masing-masing,” ucapnya.
Khusus yang memiliki background kalangan partai politik, Sittiara menegaskan wajib untuk mengikutsertakan surat pernyataan siap mengundurkan diri dari kepengurusannya di partai politik. Meski begitu, kata Ira, mereka tidak perlu mundur sebelum dinyatakan lolos seleksi.

Mundur dari Gerindra

Imran Rosadi Adnan adalah salah satu calon direksi yang lolos seleksi berkas calon direksi Perumda PDAM periode 2020-2025. Demi persyaratan, sebagai kader Gerindra, ia pun resmi mengundurkan diri partai besutan Prabowo Subianto itu.
Menurut Imran, dirinya harus mundur sebagai kader sebagai syarat mengikuti seleksi direksi. “Saya ikut aturan pansel calon direksi. Disebutkan di situ sedang tidak menjadi pengurus parpol. Jadi saya wajib mengundurkan diri,” ujar Imran Rosadi saat dikonfirmasi perihal pengunduran dirinya sebagai Kader Gerindra, Senin (13/1).
Imran mengakui, pihak partai mengapresiasi sikap dirinya yang memilih untuk mundur. “Partai saya Gerindra mendukung sepenuhnya kadernya yang ingin maju baik itu untuk legisatif atau eksekutif,” terangnya.
Partai Gerindra resmi menandatangani surat pengunduran diri Imran Rosadi pada hari Senin (6/1). Selanjutnya dimasukkan ke pansel pada hari Jumat, 10 Januari. (rhm-jun/rus)


Comments
To Top