Sulselbar

Tomas Protes Proyek Salubarani-Ta’pankila


PROTES -- Kondisi proyek pengaspalan jalan poros Salubarani-Ta'pankila tidak selesai tepat waktu hingga diprotes warga.

MAKALE, BKM — Tokoh masyarakat Salubarani melayangkan protes terkait proyek pengaspalan pembangunan aksesibilitas pariwisata jalan poros Salubarani-Ta’pankila hingga memasuki ahir Desember 2019 sesuai kontrak tak kunjung selesai.
Proyek senilai Rp. 2.962.746.000 dikerjakan rekanan PT Cipta Agar Utama didanai DAK Reguler 2019 lalu, hingga Januari 2020 masih terus dikerjakan.
”Parahnya pengaspalan jalan tidak berkualitas dan terkesan asal jadi, makanya kami protes. Aspalnya baru sepekan langsung terbongkar dan merugikan masyarakat Salubarani, ” ujar tokoh masyarakat setempat Puang Kapala, kepada BKM, Jumat (9/1).
Puang Kapala menambahkan proyek sudah terlambat dan harusnya dipinalti dan sudah dilaporkan ke komisi III DPRD Tana Toraja.
Anggota komisi III DPRD Tator Timotius Tumbu mengatakansetelah menerima keberatan dan protes tokoh masyarakat, Jumat (9/1) pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan bersama Leonardus Tallupadang.
”Memang banyak kejanggalan di proyek tersebut,” tandasnya singkat.
Selain sepanjang satu kilometer diaspal dengan anggaran dua milyar lebih juga kualitas aspalnya tidak standar sebab dipaksakan dihampar dengan temperatur rendah.
Menurut Leonardus, aspirasi dari masyarakat juga segera ditindaklanjuti dengan menggelar rapat kerja bersama DinasPUPR.
”Secepatnya dijadwalkan dengan menghadirkan Kadis PUPR dan penanggungjawab kegiatan PPK,” imbuh Leonardus. (gus/C)



Comments

To Top