Bisnis

BCA Fokus Biayai Perdagangan


BKM/CHAIRIL INDRA BINCANG -- Bincang-bincang Soeherdiyanto Budi Krisnandono (Pengembangan Bisnis Wilayah), Herlina Widjaya (Kepala Cabang Utama Panakkukang), Hendrik Sia (Kepala Kantor Wilayah IV), Tony Djajasaputra (Kepala Cabang Utama Makassar) bersama Pranoto (Kepala Pendukung Operasi Wilayah).

MAKASSAR, BKM — Bank Central Asia Tbk (BCA) Kanwil VI akan tetap fokus menyalurkan pembiayaan kesektor produktif, khususnya perdagangan. Tapi ini tidak berarti sektor pembiayaan lainnya diabaikan.
Kepala Kanwil VI BCA meliputi Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, NTB dan Bali, Hendrik Sia, mengatakan, sektor perdagangan memang menjadi fokus karena ditopang pertumbuhan ekonomi di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Sulsel yang terus membaik.

Bahkan, di bawah kendali wilayahnya Sulsel memberikan kontribusi besar disektor perdagangan dengan spesifik perdagangan consumer good, seperti makanan dan minuman, property untuk bahan bangunan beserta komponen yang mengikutinya.
Hendrik Sia mengungkapkan, tahun lalu realisasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp19,3 triliun atau naik 7,25 persen dari target awal Rp17,9 triliun dengan total debitur sebanyak 5.000 lebih. Dari jumlah tersebut, total debitur Sulsel mencapai 1.000.

Dari pembiayaan tersebut, Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet dikisaran 1,77 persen. Angka ini tentu menunjukkan prinsip kehati-hatian yang dipegang BCA.
”Kami konsisten dalam menyalurkan pinjaman ke masyarakat maupun korporasi dengan kontribusi penyaluran terbesar ditopang kredit produkti (modal kerja) sekitar 62,39 persen terhadap total seluruh pinjaman. Peningkatan positif tampak dari seluruh sektor pembiayaan¬† baik produktif maupun konsumtif. Dimana kredit produktif naik 9,29% konsumtif naik 4,04 persen,” paparnya.

Hendrik berharap, tahun ini penyaluran pembiayaan naik 10 persen. Begitu pun pada pembiayaan UMKM yang tahun lalu terealisasi Rp6,3 triliun diharapkan naik 10 persen.
”Loan to Deposit Ratio dikisaran 100 lebih. Meski demikian, kami tetap optimistis pembiayaan terus bertumbuh karena pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) tetap digenjot khususnya dana murah dikisaran 70 persen. Tahun lalu target DPK Rp2,1 triliun realisasi mencapai Rp3,4 triliun atau naik 8 persen dan tahun ini diharapkan bisa capai Rp4 triliun,” katanya. (mir)



Comments

To Top