Sulselbar

Maradika Mamuju Nilai Masossor Manurung Sakral dan Sukses


MASOSSOR MANURUNG -- Bupati Mamuju, H Habsi Wahid bersama kejati Sulbar foto bersama para peserta festival budaya kerajaan Masossor Manurung yang berlangsung di Mamuju.

MAMUJU, BKM — Menjadi salah satu agenda utama dalam gelaran Festival Maradika Mamuju yang dimulai pada Selasa (17/12), Masossor Manurung telah dikemas baik, sakral, dan cukup sukses.
Maradika Mamuju, H Andi Maksum Dai, raja yang merupakan anak dari Raja Mamuju terdahulu Djalaluddin Ammana Indah mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan pencucian pusaka ‘Manurung’. Sehingga terkesan cukup sakral dan sukses pula dimata 93 kerajaan yang menghadiri kegiatan yang dilangsungkan di pelataran rumah adat Mamuju tersebut.
”Banyak raja yang menyaksikan ini menyampaikan ke saya bahwa ini sudah sangat baik. Jadi tentu kita bersyukur kalau semua merasa begitu,” kata Pue Andi Maksum Dai.
Jalannya prosesi pencucian pusaka yang diyakini adalah kembaran dari raja pertama Mamuju bernama Lasalaga tersebut semakin hikmad dengan prosesi adat dari kerajaan Bali yang memberikan nuansa etnik yang begitu kental. Sehingga tampak jelas dua kerajaan antara Bali dan Mamuju yang diceritakan memiliki ikatan pertautan sangat kental dalam gelaran tersebut.
Bupati Mamuju, H Habsi Wahid, mengatakan, kegiatan Festival Maradika Mamuju (FMM) merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksankan di Mamuju dengan skala nasional. Sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mamuju.
Ningrat dari Kerajaan Tapalang ini juga berharap agar FMM dapat menjadi media pemersatu terdapat semua kerajaan dan keraton se-nusantara, serta menjadi sarana promosi terhadap kekayaan budaya dari masing-masing daerah.
Adapun kegiatan selanjutnya yang telah diagendakan dalam FMM usai Masossor Manurung dihari yang sama, akan dilanjutkan karnaval budaya dan Mamuju fashion karnaval, pembukaan pameran pasar budaya, dan esok harinya akan dilakukan visit Karampuang. (alaluddin)



Comments

To Top