Headline

Proyek Gagal Tender di Pemkot


DI lingkup Pemerintah Kota Makassar, sejumlah proyek juga mengalami gagal tender. Dari 338 paket, yang selesai baru 227 paket. Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Setda Kota Makassar, mencatat ada 61 paket yang masih berproses di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) per Oktober lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Pengadaan BLPBJ Kota Makassar Surahman, menyatakan pihaknya optimistis semua paket yang telah ditarget tahun 2019 ini, bisa selesai dan rampung. Namun, upaya tersebut harus didukung oleh OPD terkait dalam proses pemilihan penyedia atau rekanan.
“OPD harus proaktif menyediakan dokumennya untuk pengadaan barang dan jasa, dan kami siap melakukan proses percepatan,” kata Surahman.
Ditegaskan Surahman, banyaknya proyek gagal tender tidak sepenuhnya kesalahan Pemkot Makassar. Melainkan adanya rekanan atau penyedia yang kurang atau tidak memenuhi persyaratan yang diinginkan berdasarkan regulasi barang dan jasa.
Melihat kondisi tersebut, besar kemungkinan proyek yang belum tuntas akan dikebut dan dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya tidak maksimal.
Menyusul kenyataan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Khadijah Iriani, mengatakan diperlukan perhatian serius dari masing-masing OPD.
Menurut Iriani, seluruh perencanaan sudah dilakukan pihaknya dengan matang, meskipun pelaksanaannya di tahun yang sama dengan proses pelelangannya.
“Ini memang perlu mendapat perhatian yang serius. Perencanaan kita sudah matang, tetapi dilakukan di tahun yang sama dengan proses pelelangan,” ujar Iriani.
Sehingga, lanjut Iriani, waktu yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek hingga penyelesaian lebih pendek atau singkat sampai akhir tahun.
“Pelaksanaan sampai penyelesaian waktunya lebih pendek dan singkat hingga di akhir tahun. Pencairan dana di akhir tahun ini pada pertengahan Desember,” jelasnya.
Sebenarnya, kata Iriani, sebelumnya seluruh OPD sudah mendapat penyampaian. Untuk perencanaannya dilaksanakan tahun sebelumnya, serta tahapan pelelangan hingga tahap pelaksanaan dan penyelesaian bisa berjalan di tahun berikutnya.
Olehnya, Iriani menduga, karena proses keseluruhannya berjalan bersamaan, sehingga beberapa proyek mandek, gagal dan dikebut di akhir tahun
“Saya rasa masalahnya karena perencanaan penganggaran bersamaan dengan pelaksanaan proyeknya di tahun yang sama. Semestinya perencanaan dilakukan di tahun sebelumnya,” tandasnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, menegaskan bahwa sejumlah proyek akan dikebut pada akhir tahun ini. Tetapi bukan pekerjaan fisiknya, melainkan administrasinya.
“Sebenarnya yang dikebut itu adalah administrasi keuangannya, bukan pekerjaannya,” kata Iqbal.
Ia menjelaskan, kebanyakan kontraktor sudah memegang kontrak dan bersedia mengerjakan pekerjaannya dengan biaya sendiri terlebih dahulu.
“Maksudnya, karena kebanyakan kontraktor kalau dia sudah pegang kontrak dan merasa, bisa biayai sendiri. Nanti terakhir baru dia minta uangnya,” jelasnya.
Sehingga, para kontraktor nanti akan meminta pencairan dana ketika proyek tersebut telah diselesaikan. Olehnya itu, kata Iqbal, banyak terlihat pekerjaan yang masih nol.
“Jadi nanti sudah dikerjakan baru diminta pencairan dananya. Sehingga dari segi pencairan kelihatan kadang masih nol. Padahal kontraknya sudah lama berjalan, dan sebagian besar kontraktor begitu,” pungkasnya.
Iqbal menambahkan, terkait dengan proyek yang dilakukan tender ulang di tahun berikutnya dikarenakan adanya persoalan, seperti tidak memenuhi syarat tender. (nug/rus)


Comments
To Top