Metro

KONI Sulbar Prioritaskan Kualitas Atlet


KETERANGAN -- Prof Andi Iksan dari FIK UNM didampingi Drs H Risal Sirajuddin dari KONI Sulbar, memberi keterangan kepada wartawan terkait kerjasama antara FIK UNM dengan KONI Sulbar dalam melakukan tes fisik setiap atlet dari cabang olahraga.

MAMUJU, BKM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulbar melakukan perannya untuk lebih meningkatkan peran terhadap atlet yang mengarah pada peningkatan kualitas terhadap atlet. Sekaligus untuk lebih mengetahui para atlet oleh pihak pelatih dan pendamping atlet tersebut.
”Apa yang telah dilakukan KONI Sulbar ini, salah satunya untuk lebih mengetahui terhadap apa masalah yang harus dilakukan bagi pihak pelatih untuk setiap atlet. Nantinya para atlet yang dites dan diukur fisiknya salah satunya untuk diketahui dan melalui analisa terhadap fisik dan kemampuan para atlet. Langkah KONI Sulbar ini melakukan salah satunya persiapan untuk Pra PON dan persiapan PON yang akan datang berlangsung di Papua pada tahun 2020 mendatang,” kata Prof Dr Andi Iksan, MKes, saat memberikan keterangan kepada wartawan didampingi Ketua KONI Sulbar, H Abd Hamid, BC.Ku serta Drs H Risal Sirajuddin kepada BKM di Hotel Gren Mutiara Mamuju, Sabtu (7/12).
Andi Iksan mengapresiasi langkah KONI Sulbar melaksanakan pengukuran fisik dan tes fisik kepada para atlet dari berbagai cabang olahraga. ”Cek fisik terhadap para atlet, salah satunya akan kita ketahui dari analisis terhadap setiap atlet. Mereka akan diketahui titik kelemahannya. Sehingga hasil analisis itu akan kita serahkan kepada pihak panitia untuk diserahkan kepada pelatih dari setiap cabang. Selanjutnya, pelatih itu akan melakukan pelatihan terhadap kelemahan pada setiap atlet tersebut,” ungkap Prof Andi iksan dari FIK UNM.
Diungkapkan Andi Iksan, peran KONI Sulbar yang melakukan kerjasama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM) adalah sebuah langkah keseriusan untuk lebih meningkatkan prestasi pada capaian para atlet. Karena tanpa ada mendeteksi dari apa titik kelemahan para atlet itu agak sulit akan ditingkatkan terhadap kelemahan pihak atlet. Dan bagaimana mengetahuinya para pelatih jika sudah ada hasil analisisnya diketahui dari titik kelemahannya para atlet maka mudahlah para pelatih mengarahkan terhadap setiap atlet dari masing-masing cabang olahraga.
”Perlu juga dilakukan dengan pendekatan pada tes data. Sehingga akan bisa diketahui pada kelemahan cabang unggulan di Sulbar. Dengan adanya pemetaan terhadap cabang olahraga, ini yang telah dilakukan KONI Sulbar, maka akan bisa kita ketahui pada prestasi olahraga dan membuat rencana strategis untuk ke depannya, maka olahraga di Sulbar dan satu parameter pada tes terakhir yang dilakukan itu dan minimal atlet itu ada pada level delapan dan minimal pada level 13 dan ada beberapa tadi cabang-cabang takraw itu ada pada level 9 sampai 10 dan itu akan nantinya akan dianalisis terhadap apa masalahnya dan kondisi fisik teknik dan taktis terhadap peran para atlit bisa memberikan kualitasnya terhadap kekuatan atlet,” papar Prof Andi Iksan. (alaluddin)


Comments
To Top