Headline

Beraksi di Delapan Titik, Kakinya Ditembak


‘Raja’ Curat-Curanmor Dibekuk

IST DITEMBAK-Tersangka Trisno dan Rafly (duduk) dikawal polisi usai tertangkap dalam kasus curat dan curanmor.

MAKASSAR, BKM — Seorang remaja berjalan tertatih di Mapolsek Panakkukang. Di betis kanannya tampak perban putih melilit. Itu bekas tembakan polisi.
Namanya Trisno alias Pinno. Berusia 18 tahun. Di kalangan petugas, ia dikenal sebagai ‘raja’ dalam pencurian dan pemberatan (curat), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sedikitnya ada delapan titik ditempatinya beraksi.
Perbuatan kriminal yang dilakoni terhenti di ujung moncong pistol aparat. Sebutir timah panas bersarang di kakinya karena mencoba melarikan diri saat polisi melakukan pengembangan kasus.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, membenarkan hal itu. Kata dia, pengungkapan kasus ini dilakukan tim Resmob Polsek Panakkukang diback up Resmob Polda Sulsel.
”Dari pengakuan tersangka, ia melakukan aksinya di sembilan titik. Saat dibawa untuk pengembangan kasus, ia mencoba melarikan diri dari kawalan aparat. Sesuai prosedur, diberikan tembakan peringatan tiga kali, namun diabaikan. Akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya,” ujar Kombes Ibrahim, Minggu (7/12).
Trisno yang beralamat di Jalan Kelapa Tiga, dibekuk pada hari Sabtu (7/12). Penangkapan dilakukan berdasarkan dua laporan polisi. Masing-masing nomor: LP/499/K/XII/2019/Restabes Makassar/Sek Panakkukang, dan LP/467/K/X/2019/Sek Makassar/Restabes Makassar. Keduanya merupakan kasus curat dan curanmor.
Tim Resmob Polsek Panakkukang bersama Resmob Polda Sulsel kemudian turun melakukan penyelidikan. Tersangka diketahui tengah berada di Jalan Sungai Saddang. Sebuah rumah dikepung. Pinno berhasil diringkus tanpa perlawanan.
Dalam pemeriksaan polisi, Pinno mengaku tak beraksi sendirian. Melainkan ditemani rekannya bernama Rafly alias Appi. Ia tinggal tak jauh dari rumah Pinno.
Tersangka Trisno langsung digiring dalam pengembangan kasus. Ia diminta menunjukkan persembunyian rekannya. Hasilnya, Appi pun berhasil dibekuk.
Dari penangkapan keduanya, tim gabungan berhasil menyita sejumlah barang bukti. Yakni satu unit motor Honda Beat warna hitam, satu buah dompet warna cokelat tersangka, dua batang anak panah lengjap dengan alat pelontarnya. Selanjutnya keduanya bersama barang buktinya digiring ke Posko Resmob Polda Sulsel guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam catatan kepolisian, kedua tersangka pernah beraksi di Jalan AP Petta Rani pada bulan Oktober 2019. Kedua tersangka menggasak motor Honda Beat warna hitam.
Di Jalan Veteran pada bulan September 2019, tersangka menjambret ponsel. Selanjutnya, menjambret gawai di Jalan Gunung Nona pada Oktober 2019.
Di Jalan Rappocini pada bulan Oktober 2019, tersangka kembali menjambret gawai. Demikian pula di Jalan Sukaria pada bulan September 2019, dan Jalan AP Petta Rani pada bulan Juni 2019, serta di Jalan Veteran pada bulan Juli 2019.
Di Pasar Karuwisi pada bulan Agustus 2018, tersangka menjambret tas berisi uang tunai Rp499 ribu. Juga mengambil tas berisi yang Rp400 ribu. (ish/rus)


Comments
To Top