Headline

Saling Ejek Berujung Kematian


Paman yang Lempari Batu Ponakannya Ditangkap

BKM/JULDAM HUSAIN LEMPAR PONAKAN-Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan didampingi Kasat Reskrim AKBP Indratmoko, berbicara kepada tersangka Abd Rahman di sela-sela rilis kasus di mapolrestabes, Kamis (5/12).

MAKASSAR, BKM — Seorang lelaki berkumis usia paruh baya mengenakan seragam tahanan hanya bisa tertunduk. Kedua tangannya terborgol.
Ia dihadirkan dalam rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, Kamis siang (5/12). Kapolrestabes Kombes Pol Yudhiawan memberikan keterangan kepada wartawan. Ia didampingi Kasat Reskrim AKBP Indratmoko.
Dijelaskan Kombes Yudhi, pria berseragam oranye itu bernama Abd Rahman. Berusia 50 tahun. Beralamat di Sossoe, Dusun Kaemba Jaya, Kelurahan Pa’bentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.
Ia ditangkap pada Rabu malam (4/12) oleh tim Resmob Polsek Biringkanaya, dipimpin Kanit Reskrim Iptu Bondan Wicaksono didampingi Panit 2 Ipda Abidin. Mereka diback up Polrestabes Makassar
Rahman, menurut Kombes Yudhi, merupakan tersangka kasus pembunuhan anak di bawah umur. Korban bernama Fikram bukanlah orang lain. Remaja usia 14 tahun yang beralamat di Dusun Corowalia, Kelurahan Pa’bentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros ini merupakan ponakan Rahman sendiri.
Peristiwa berdarah yang berujung kemarian itu terjadi, Sabtu (30/11) pukul 14.30 Wita. Berlokasi di kompleks Perumahan Summarecom Mutiara Blok L R3, Biringkanaya.
Kapolrestabes menerangkan, sebelum kejadian, paman dan ponakan itu sama-sama melakukan aktivitas sebagai pekerja di lokasi proyek perumahan yang sementara dibangun. Mereka dipekerjakan oleh PT Almin Summarecom.
”Ketika bekerja, di antara mereka saling ejek. Belakangan Rahman tersinggung. Dia langsung mengambil batu dan melempari kemenakannya. Korban terkena lemparan di bagian belakang terlinga sebelah kiri,” terang Kombes Yudhi.
Akibatnya, Fikram langsung terjatuh dan pingsan. Rahman yang kaget dengan kejadian itu langsung melarikan ponakannya ke RSUD Sayang Rakyat. Ia dibantu teman kerjanya.
Namun Tuhan berkehendak lain. Nyawa Fikram tak bisa diselamatkan. Ia mengembuskan napas terakhirnya, diduga akibat pembuluh darahnya pecah.
Sesaat setelah kejadian, Rahman langsung melarikan diri. Ia mengendarai motor rekannya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, menjelaskan penangkapan dilakukan setelah diperoleh informasi keberadaan tersangka. Rahman disebutkan sedang berada di Dusun Pampangan, Maros. Ia hendak mengembalikan motor yang digunakannya untuk kabur ke rumah pemiliknya.
Unit Opsnal yang dipimpin Kanitres Polsek Biringkanaya Iptu Bondan Wicaksono dan Panit 2 Res Ipda Abidin langsung bergerak dan mendatangi rumah pemilik motor yang merupakan teman kerja tersangka. Saat itu juga Rahman diringkus. (jul/rus)


Comments
To Top