Metro

Alumni Belanda Bahas Pembangunan Sulsel saat Holland Alumni Gathering & Networking Event 2019


Nuffic Neso Indonesia bekerjasama dengan Jaringan Alumni Belanda di Sulawesi Selatan atau Holland Alumni Network Celebes (Hance) menyelenggarakan acara Holland Alumni Gathering dan Networking 2019 di Hotel Four Points Makassar, Selasa (3/12/2019).

MAKASSAR, BKM — Nuffic Neso Indonesia bekerjasama dengan Jaringan Alumni Belanda di Sulawesi Selatan atau Holland Alumni Network Celebes (Hance) menyelenggarakan acara Holland Alumni Gathering dan Networking 2019 di Hotel Four Points Makassar, Selasa (3/12/2019).

Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan (series activities) dari perayaan 20 tahun Anniversary Program beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan pukul 18.00 hingga 22.00 WITA ini dihadiri kurang lebih 30 alumni Belanda di Sulawesi Selatan dengan mengusung tema “Masa Depan Sulawesi Selatan, Peran dan Kontribusi Alumni Belanda (The future of South Sulawesi, the Roles and Contribution of Holland Alumni)”.

 

Acara ini diawali dengan sambutan Nuffic Neso Indonesia yang disampaikan Indy Hardono, Scholarship team coordinator, Nuffic Neso Indonesia.

Dalam sambutanya wanita berambut pendek ini menjelaskan, jumlah alumni Belanda khususnya alumni Stuned di Sulawesi Selatan ini cukup fantastis. Pemerintah Belanda, melalui beasiswa StuNed pun telah memberikan kesempatan kepada kurang lebih 103 orang/pelajar di Sulawesi Selatan ini untuk bisa mengenyam pendidikan di Belanda.

“Angka yang cukup fantastis ini diharapkan mempunyai tugas kontributif dan peran strategis di dalam bidangnya masing-masing untuk mendorong kemajuan potensi SDA dan SDM yang ada di Sulawesi Selatan,” kata Indy.

Sambutan berikutnya datang dari Ketua Umum Hance,  drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K) yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.

 

Dalam sambutanya, drg. Ruslin menilai bahwa pertemuan alumni ini adalah momentum untuk lebih berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Sudah saatnya alumni Belanda di Sulawesi Selatan berperan aktif dan kontributif untuk kemajuan daerah yang sama-sama kita cintai ini,” tegas lulusan S3 Vrije Universiteit Amsterdam ini.

Selain untuk bernostalgia dan membangun jejaring antarsesama alumni Belanda, dalam pertemuan ini juga dilakukan diskusi kelompok terfokus (focused groups discussion) yang dipandu Hengky Widjaja.

Hengky adalah alumnus Master in Poverty dan S3 Hukum dan Antropologi di Van Vollenhoven Institute – Leiden Universiteit yang saat ini menjadi Kepala kantor UNICEF di regional Sulawesi dan Maluku.

Dalam FGD yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini, para peserta diminta untuk mendiskusikan peran dan kontribusi apa saja yang bisa dilakukan oleh alumni Belanda di Sulawesi Selatan.

Diantara hal penting yang diangkat dalam FGD ini adalah bagaimana menjembatani Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan dengan pemerintah Belanda di bidang internasionalisasi pendidikan dan optimalisasi peran dan kontribusi alumni Belanda.

Output dari kerjasama ini diharapkan semakin banyak masyarakat/SDM di Sulawesi Selatan mengenyam pendidikan dan pengalaman belajar di berbagai instansi pendidikan di Belanda. Selain itu juga bisa berkolaborasi dengan Hance dalam pembangunan di Sulsel. (rls)


Comments
To Top