Headline

Video Pemukulan Viral, Siswi dan Guru Berdamai


BULUKUMBA, BKM — Sebuah video beredar secara viral dalam dua hari terakhir. Berdurasi 2 menit 57 detik, video ini berisi pertengkaran yang melibatkan siswa SMP dan gurunya. Peristiwa itu berujung pada penganiayaan.
Dari penelusuran BKM, kemarin, peristiwa ini berlangsung di lingkungan SMP Negeri 20 Bulukumba. Tepatnya di Dusun Kalimporo, Desa Tambagan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Kejadiannya pada Senin (2/12) usai ujian semester.
Dalam video, awalnya seorang siswi berpakaian putih biru dan berhijab putih berdiri di depan pintu kelas sambil melipat tangannya. Di lehernya tergantung tanda peserta ujian.
Tak lama kemudian, dari dalam kelas yang berada di ujung gedung, keluarlah seorang guru perempuan berpakaian dinas warna coklat berhijab hitam. Ia memegang lembaran hasil ujian siswanya yang tersimpan dalam amplop besar warna coklat. Di tangan kirinya tergenggam sebuah gawai berwarna biru.
Sang siswi langsung meminta gawainya, yang sebelumnya disita oleh ibu guru. Keduanya sempat pembicaraan. Siswi tersebut meminta agar gawainya dikembalikan. Namun sang guru tak mau, lalu kemudian melangkah hendak menuju kantor.
Tapi, siswi pemilik gawai bergeming. Ia tetap meminta handphonenya dikembalikan dengan suara cukup keras. Ia juga menghalang-halangi jalannya sang guru.
Pada saat bersamaan, sang guru perempuan langsung memukul siswinya. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Beberapa siswa lainnya yang berusaha melerai, hingga akhirnya perkelahian keduanya berhasil dihentikan.
Menyusul kejadian tersebut, siswi berinisial Slb (14) yang beralamat di Dusun Pannalolo, Desa Bonto Baju, Kecamatan Kajang, Bulukumba ini mengadu ke orang tuanya. Dua orang guru disebutkan telah menganiaya dirinya. Masing-masing guru perempuan AS dan guru laki-laki MA.
Menurut pengakuan Slb, kejadian tersebut berlangsung, Senin (2/12) pukul 10.30 Wita. Saat itu ia terlihat oleh gurunya mengambil gawai di bagasi motornya. Kemudian memasukkanya ke dalam saku bajunya.
Gurunya kemudian bertanya apa yang dimasukkan ke dalam saku bajunya. Hanya saja, Slb mengaku tidak memasukkan apa-apa. Sang guru lalu memeriksanya, dan ditemukan gawai di dalam saku bajunya. Akhirnya, handphone tersebut disita oleh guru.
Saat siswi dan guru perempuan tersebut terlibat perkelahian, datanglah guru laki-laki MA. Ia bermaksud melerai dan sempat memukul pundak korban. Slb diminta untuk tidak melawan gurunya. Selanjutnya dibawa ke ruang BP guna dimintai keterangan.
Ketika ditanya apa permasalahannya, Slb tampak ketakutan. Ia pun kesurupan dan pingsan.
Kapolsek Kajang bersama Kanit Reskrim yang dikonfirmasi terkait kejadian ini, mengaku telah mendatangi rumah keluarga Slb. Polisi menggali informasi tentang peristiwa sebenarnya.
”Kami sudah berkoordinasi dengan orang tuanya untuk penanganan kasusnya. Mereka memilik tidak melaporkannya ke polisi, mengingat korban masih bersekolah. Pihak orang tua hanya meminta untuk dipertemukan dengan gurunya pada keesokan harinya,” jelas Kapolsek.
Akhirnya, Selasa (3/12) pukul 10.00 Wita, pertemuan antara kedua belah pihak dilaksanakan di Mapolsek Kajang. Hasilnya, mereka bersepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan kasus ini ke proses hukum. Selanjutnya dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani masing-masing pihak. (min/rus/c)


Comments
To Top