Headline

Modusnya, Beri Vocer Palsu lalu Bawa Kabur Dua Gawai


Tersangka Penggelapan dan Penipuan Ditembak

MAKASSAR, BKM — Dua orang lelaki diturunkan dari mobil patroli Polsek Rappocini. Satu di antaranya tampak melangkah tertatih. Sesekali meringis kesakitan. Selanjutnya polisi menjembloskannya ke balik jeruji besi, Senin (2/12).
Polisi menyebut identitas keduanya. Masing-masing Andika Wijaya alias Jaja (25), warga Jalan Belibis, dan Abdul Girandi alias Randi (22), beralamat di Jalan Deppasawi Dalam.
“Salah satu dari keduanya, yakni Andika terpaksa dilumpuhkan karena tidak mengindahkan proses penyelidikan saat pengembangan kasusnya. Dia mencoba melarikan diri setelah mendorong petugas. Tiga kali tembakan peringatan diberikan, namun diabaikan. Terpaksa petugas melumpuhkannya di bagian kaki,” ujar Kapolsek Rappocini Kompol Edy Supriyadi, kemarin.
Ia melanjutkan, setelah tak berkutik, selanjutnya Andika dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis. Usai pengangkatan proyektil peluru di kakinya, tersangka selanjutnya digiring ke Mapolsek Rappocini.
Penangkapan Andika bermula dari laporan seorang remaja bernama Fadhil Iyan Gibran. Remaja berusia 14 tahun ini merupakan korban kasus penipuan dan penggelapan. Peristiwanya berlangsung Jumat siang (29/11).
Dalam aduannya, Fadhil mengaku kehilangan dua unit gawai miliknya. Masing-masing Samsung Z10 warna biru, dan Samsung J7 Pro.
Alat komunikasi tersebut awalnya dipinjam oleh Andika. Modusnya, pelaku hendak memesan ojek daring. Guna melancarkan aksinya, Andika mengimingi memberikan kode voucer kepada korban untuk ditukar di minimarket.
Korban pun terperdaya. Pelaku menyuruh korban masuk ke dalam sebuah minimarket untuk menukar voucer tersebut, yang belakangan ternyata palsu.
Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri dengan membawa kabur dua unit gawai milik korban. Atas kejadian yang dialaminya, korban kemudian mengadu ke polisi dengan nomor laporan: 1158/XI/2019/Polsek Rappocini.
Dia melanjutkan, proses penyelidikan dilakukan oleh Timsus Polsek Rappocini yang dipimpin Panit I Reskrim Ipda Anwar. Hasilnya, diperoleh informasi tentang identitas dan keberadaan pelaku. Andika diketahui berada di Perumahan Graha Duta Jalan Dg Tata 1.
Rumah tersebut lalu dikepung. Polisi berhasil meringkus Andika tanpa perlawanan. Dari hasil pemeriksaan, dia mengakui perbuatannya melakukan penipuan tehadap seorang korban bernama Fadhil. ”Katanya, HP korban dijual ke lelaki bernama Girandi,” terang Kompol Edy.
Proses pengembangan dilakukan polisi Andika. digiring untuk menunjuk persembunyian penadahnya di Jalan Deppasawi Dalam. Girandi berhasil dibekuk. Dari tangannya diamankan barang bukti berupa dua unit ponsel merek Samsung A10 warna biru dan Samsung J7 Pro warna hitam.
Menurut Randi, ia membeli gawai Samsung A10 dari Andika seharga Rp800 ribu. Sementara ponsel Samsung J7 dihargai Rp900 ribu. Oleh Andika, uang hasil penjualan gawai tersebut ia pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Pengakuan lain Andika, ia sudah tiga kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Rappocini. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top