Headline

IMB tak Sesuai, Hotel Mercure Tetap Beroperasi


MAKASSAR, BKM — Anggota DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Hotel Mercure Jalan AP Petta Rani, Senin (2/12). Langkah tersebut sebagai tindak lanjut atas laporan organisasi Barisan Aktivis Peduli Keadilan (Badik) Sulsel beberapa waktu lalu.
Hotel yang baru beroperasi itu diduga tak memiliki izin dan amdal. Dari hasil sidak ditemukan banyak pelanggaran, khususnya administrasi.
“Ada kejanggalan yang kami temukan saat sidak. Nama perusahaan yang dicantumkan di IMB (Izin Mendirikan Bangunan) berbeda dari nama perusahaannya. Awalnya diajukan atas nama PT New Telkom. Setelah terbit, yang melakukan aktivitas itu PT Graha Yasa Selaras. Jadi saya kira ini adalah kesalahan administrasi,” ungkap Ketua Komisi C Bidang Pembangunan Abdi Asmara usai sidak.
Abdi pun meminta kepada pihak pengelola hotel untuk segera meningkatkan upaya kelola lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL), menjadi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
“Selanjutnya Amdallalin, karena ini jalan nasional. Maka itu kewenangan pusat. Kami juga meminta ke pengelola hotel mengurus secepatnya. Karena sifatnya masih ekspose, belum dalam bentuk SK,” terangnya.
Komisi C yang membidangi pembangunan berjanji untuk segera mengeluarkan rekomendasi, dan meminta kepada Pemkot Makassar agar membantu mengurus seluruh administrasi yang dinilai cacat.
“Kalau ada kesalahan administrasi, lalu ada melakukan aktivitas, itu namanya pelanggaran. Pelanggaran dalam hal, bisa saja penggelapan pajak. Kami tidak mengerti bagaimana nanti alur kasnya mereka,” tandasnya. (arf/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top