Metro

BSNP Uji Kompetensi 228 Taruna Polimarim AMI


Direktur Polimarim AMI Amrin Rani (tengah), Ketua Dewan Pengarah LSP Transportasi dan Logistik Indonesia Dr Jopie Jehosua (dua dari kanan), Direktur LSP Transportasi dan Logistik Indonesia Arthe Walangitang (kanan), foto bersama dengan taruna taruni Polimarim AMI peserta uji kompetensi.

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 228 taruna dan taruni Politeknik Maritim (Polimarim) AMI mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sebanyak tujuh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Transportasi dan Logistik Indonesia menguji langsung para taruna.

Dr Jopie Jehosua selaku Ketua Dewan Pengarah LSP Transportasi dan Logistik Indonesia, mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya digelar di kawasan timur Indonesia. Ia berharap, apa yang dilaksanakan Polimarim AMI ini bisa diikuti oleh perguruan tinggi dan sekolah vokasi lain yang ada di Indonesia timur, serta kalangan industri.

”Apa yang dilakukan Polimarim ini sangat positif. Ini merupakan yang pertama kali di Indonesia timur. Karena itu, perguruan tinggi dan sekolah vokasi yang ada di kawasan ini hendaknya melakukan hal serupa, dan Polimarim AMI Makassar menjadi tempatnya,” ujar Jopie pada pembukaan uji kompetensi di Aula Polimarim AMI, Selasa (3/12).

Dijelaskan pula oleh Jopie, pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Menristek Dikti Nomor 59 tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi. Semua sekolah tinggi, universitas, dan sekolah vokasi diharapkan bisa segera melaksanakan uji kompetensi guna mendapatkan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

”Gunanya SKPI ini, supaya lulusan perguruan tinggi dapat langsung diserap industri dan langsung bekerja. Karenanya, perguruan tinggi dan sekolah vokasi ini menggunakan 70 persen praktik,” jelas Jopie lagi.

Direktur LSP Transportasi dan Logistik Indonesia Arthe Walangitang, mengapresiasi Polimarim AMI Makassar yang begitu antusias melaksanakan uji kompetensi bagi taruna taruninya yang hendak mengikuti wisuda. Menurutnya, uji kompetensi ini penting karena menjadi kewajiban kampus untuk memberikan SKPI. Juga memperlancar mereka untuk bekerja di dunia industri.

”Uji kompetensi ini akan memicu seluruh perguruan tinggi dan sekolah vokasi untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkompeten. Sertifikasi ini dari pemerintah dan LSP. Sejalan dengan program pemerintah, yang meningkatkan SDM semua profesi. Semua profesi harus disertifikasi agar bisa bersaing dengan negara lain di Asean,” jelas Arthe.

Uji kompetensi ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4/12). Di hari pertama, peserta dibagi tujuh kelas. Materi yang diujikan, di antaranya mengurus angkutan barang, serta pengawasan tenaga kerja bongkar barang.

Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani, menegaskan bahwa seluruh taruna taruni harus mengikuti uji kompetensi seperti ini. Ia bahkan berjanji tidak akan menandatangani ijazah mereka yang telah diwisuda, jika belum lulus uji kompetensi.

”Uji kompetensi ini merupakan yang pertama kalinya. Ke depan akan kita laksanakan secara berkesinambungan. Selain karena wajib, juga menjadi bekal bagi lulusan Polimarim AMI untuk bisa bersaing di dunia kerja,” tandasnya. (*/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top