Headline

Tol Layang Molor Lagi, Rampung September 2020


MAKASSAR, BKM — Tol layang AP Petta Rani terus digenjot pengerjaannya. Menurut Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara Anwar Toha, hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 45 persen.
“Pekerjaan terus dilaksanakan,” ungkap Anwar saat Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Four Point, Sabtu (30/11).
FGD bertajuk Jalan Tol Layang AP Petta Rani dalam Sistem Jaringan Jalan Mamminasata, diikuti berbagai stakeholder terkait. Termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.
Namun, melihat progres yang ada saat ini, diprediksi pekerjaan tidak bisa dirampungkan sesuai target. Jika sebelumnya tol layang Petta Rani diprediksi sudah rampung Juli 2020, ternyata target itu bakal molor lagi pada September 2020.
“Pekerjaan terus dilaksanakan. Ditargetkan selesai September 2020,” ungkapnya.
Target tersebut sebenarnya sudah dua kali dikoreksi. Awalnya, Februari 2020. Namun dikoreksi menjadi Juli tahun depan, dan terakhir dikoreksi lagi September 2020.
Anwar melanjutkan, rencananya saat memasuki musim hujan, seluruh lubang yang ada di bawah konstruksi tol sudah akan ditutup agar tidak menjadi tempat genangan air.
Dalam diskusi tersebut terungkap jika proses pengerjaan tol layang itu membuat kemacetan di sepanjang jalan AP Petta Rani. Bahkan membuat toko-toko yang ada merugi hingga 50 persen.
Anwar mengemukakan, tol AP Petta Rani ini akan menjadi ikon baru Kota Makassar. Tentu kehadirannya diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus lalulintas.
Olehnya itu, sambung Anwar, selaku developer pembangunan tol dalam kota tersebut ketika tol dalam kota di Jalan Petta Rani sudah beroperasi, dirinya akan mengakomodasi perbaikan trotoar yang di sekitar pembangunan tersebut.
“Kalau selesai pembangunan ini, kita akomodasi seperti memperbaiki trotoar ataupun pedestarian dengan mempercantik. Tidak hanya taman beton, tapi penghijauan yang diutamakan. Ke depannya juga kita akan melakukan pertemuan dengan pengusaha yang ada di dekat tol yang terkena dampaknya,” ucap Anwar.
Dia tidak menafikan jika aktifitas ekomomi para pemilik toko di sepanjang AP Petta Rani, khususnya yang berada di lokasi pengerjaan tol terkena imbasnya. Namun ketika selesai pengerjaannya, Anwar berharap pelaku ekonomi yang ada sekitar tol tersebut bisa bangkit.
“Kita berharap kehadiran tol di Jalan AP Petta Rani bukan mematikan ekonomi ketika sudah selesai. Meskipun saat ini sementara pengerjaan memang kelihatan mematikan ekonomi, karena masih dipagar sebab masih enggan singgah. Ketika nanti sudah beroperasi meskipun ada korban dari pembangunan ini, tapi kita harapkan sebagian besar bangkit,” imbuhnya.
Dalam pertemuan itu, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb meminta pelaksana tol dalam kota betul-betul memperhatikan wilayah di sekitarnya ketika pembangunan fisik telah selesai. Hal ini dilakukan, agar jalan tol tersebut tidak mematikan aktivitas perekonomian yang ada.
“Pembangunan tol ini bisa saja mematikan ekonomi. Nah, untuk itu ketika selesai pengerjaannya, pihak terkait harus ada pembangunan pedestarian yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Ini perlu disinergikan berbagai pihak, dan tol Pettarani harus manusiawi,” ungkap Iqbal. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top