Metro

Tenaga Honorer Pemkot Tarncam Dipangkas


MAKASSAR, BKM–Tenaga honorer di seluruh Pemerintah Kota Makassar terancam dipangkas. Pasalnya, tim dari pemkot tengah melakukan verifikasi dan validasi tenaga kontrak.
Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Abdul Kadir Masri, mengatakan, saat ini tengah dalam proses verifikasi dan validasi tenaga kontrak.
“Tim dari Inspektorat dan BKD sedang melakukan validasi dan memverifikasi. Mudah mudahan itu datanya ril, sehingga kita bisa tau mana yang malas dan tidak disiplin dan mana yang layak diperpanjang kontraknya,” kata Kadir.
Menurut Kadir, verifikasi dan validasi tenaga kontrak menjadi kegiatan rutinitas disetiap akhir tahun dengan turun langsung ke setiap SKPD secara Face to Face untuk mendapatkan data faktual.
Selain itu setiap bulannya pihaknya dikatakan Kadir melakukan evaluasi terkait kehadiran tenaga kontrak, kemudian dilakukan validasi data di pengadaan dan informasi.
“Ini dilakukan agar tenaga kontrak bisa bekerja baik,” singkatnya.
Setelah dilakukan validasi dan verifikasi oleh tim inspektorat dan BKPSDM, mutasi bagi tenaga kontrak juga bisa saja dilakukan. Apalagi tenaga tersebut dibutuhkan di SKPD lain.
Validasi tersebut dikatakan Kadir juga sangat memungkinkan terjadinya pengurangan tenaga honorer, sebab hampir setiap tahun memang sering terjadi pengurangan. Seperti ada mengundurkan diri atau pindah kedaerah lain.
“Termasuk banyak juga diputus kontraknya karena bekerja buruk dan malas,” ungkapnya.
Jika mengacu pada data dari tahun sebelumnya (2018) terdapat kurang lebih 200 orang tenaga honorer diputus atau tidak diperpanjang lagi masa kontraknya. Tahun inipun dianggapnya sangat memungkinkan terjadi seperti itu.
“Kalau sepanjang tahun ini di 2019 juga ada, tetapi jumlahnya belum bisa dipastikan, karena nanti setelah dilakukan verikasi baru bisa ditau berapa yang tidak bisa diperpanjang lagi. Mungkin minggu depan baru selesai verifikasi itu,” tandasnya.
Namun dari data yang dihimpun hingga bulan Oktober tahun 2019 ini sudah ada diatas 100 orang tenaga kontrak termasuk yang meninggal dunia 8 orang, mengundurkan diri diatas 10 orang selebihnya itu tidak disiplin atau sudah tidak diusulkan lagi menjadi tenaga honorer.
Kadir menambahkan, bahwa sekitar 8.862 orang tercatat di data base BKPSDM yang terdaftar sebagai tenaga kontrak ataupun honorer dilingkup Pemkot Makassar.
“Setiap akhir tahun baru valid lagi datanya, karena data itu masih tahun berjalan, semua tenaga kontrak itu di didalam SKnya itu berakhir pada saat 31 desember, jadi itu berdasarkan periode,” pungkasnya.
Diketahui, dari data di BKPSDM hingga saat ini belum ada satupun SKPD dilingkup Pemerintah Kota Makassar menugusulkan penambahan tenaga kontrak.(nug)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top