Metro

Pola Asuh dan Merokok Bisa Picu Stunting


Gowa Tambah 27 Kampung KB Mandiri

Direktur Advokasi dan KIE BKKBN Pusat Sugiyono (tiga dari kanan), didampingi Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Wardihan, dan Sekkab Gowa Muchlis memukul gendang tanda diluncurkannya 27 Kampung KB Mandiri di Kabupaten Gowa, Senin (2/12).

GOWA, BKM — Stunting atau gagal tumbuh bukan hanya disebabkan kurangnya asupan gizi. Tapi juga bisa dipicu oleh pola asuh dan merokok.

Pola asuh yang dimaksudkan, biasanya pada saat seorang ibu menyuapi makanan untuk anaknya. Jika mereka tidak mau makan, maka proses menyuapi si anak kemudian dihentikan. Bila kejadian ini berlangsung secara berulang, otomatis akan berdampak pada tumbuh kembang sang anak.

Demikian pula bila dalam satu keluarga ada yang merokok, akan membawa dampak terhadap pertumbuhan buah hati mereka yang masih bayi. Sebab anak akan mudah terpapar asap rokok dari anggota keluarga yang berada di sekitarnya.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program KKBPK Melalui Penguatan Integrasi Lintas Sektor dalam Pengembangan KKBPK di Kampung KB Birjen (Biringjene), Desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin (2/12). Kegiatan ini dihadiri langsung Direktur Advokasi dan KIE BKKBN Pusat Sugiyono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Wardihan, Sekkab Gowa Muchlis, pare penyuluh KB, kader, serta warga setempat.

”Jadi kurangnya asupan gizi bukan satu-satunya yang menjadi penyebab stunting. Tapi juga pola asuh. Karena itu perbaiki cara mengasuh anak-anak kita,” ujar Sugiyono.

Di sela-sela memberi sambutan, Sugiyono mengundang lima orang ibu-ibu naik ke atas panggung. Mereka adalah kader PKK, Bina Keluarga Balita (BKB), kader posyandu, serta dari Kampung KB. Selanjutnya dilakukan dialog.

Materi yang didiskusikan terkait dengan aktivitas keseharian para kader. Mulai dari mengurus BKB, posyandu, hingga Lorong KB. Termasuk soal balita, pasangan usia subur (PUS), hingga risti (risiko tinggi) yang ada di wilayahnya.

Usai mendengar penjelasan dari para kader, Sugiyono memberikan apresiasi. Diakuinya, mereka sangat menguasai apa yang menjadi tugasnya masing-masing. Karena itu, dia yakin program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) bisa sukses, khususnya di wilayah Bili-bili secara khusus, dan Gowa pada umumnya.

Salah satu rangkaian acara ini adalah launching secara serentak 27 Kampung KB Mandiri di Kabupaten Gowa. Masing-masing Kampung KB Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo, Lempangang dan Panyangkalang di Kecamatan Bajeng, serta Tanete di Kecamatan Tompobulu.

Kampung KB Mandiri lainnya, yakni Parigi dan Garassi di Kecamatan Tinggimoncong, Belapunranga dan Bontoparang di Kecamatan Parangloe, Romangloe dan Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu.

Ada pula Kampung KB Toddotoa, Kecamatan Pallangga, Tompobalang dan Tombolo di Kecamatan Somba Opu, serta Bontomanai di Kecamatan Bungaya. Kampung KB Julukanaya dan Berutallasa di Kecamatan Biringbulu, Kampung KB Tonasa di Kecamatan Tombolopao.

Kampung KB Tinggimae dan Kanjilo di Kecamatan Barombong. Sunggumanai dan Borong Pala’la, Kecamatan Pattallassang. Tanah Karaeng di Kecamatan Manuju. Paranglompoa di Kecamatan Bontolempangan, Tindang dan Tanrara di Kecamatan Bontonompo Selatan, Gentungan di Kecamatan Bajeng Barat, dan Manimbahoi Kecamatan Parigi. (*/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top