Metro

Kadisnaker Ragukan Data BPS soal Pengangguran


MAKASSAR, BKM–Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, meragukan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang angka pengangguran di Kota Makassar yang menyebut sebesar 10,39 persen. Bahkan ia mengatakan data tersebut belum valid.
Sebelumnya Data BPS menyebutkan, tingkat pengangguran di Kota Makassar hingga Agustus pada tahun 2019 sebanyak 10,39 persen. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama yakni 12,9 persen. Terjadi penurunan pengangguran 1,80 persen.
Selain itu, BPS juga mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja pada Agustus 2018 ialah 59,49 persen sementara pada tahun 2019 sebanyak 57,77 persen. Terjadi perubahan 1,72 persen.
Irwan menambahkan, BPS menetapkan seseorang disebut bekerja bila melakukan pekerjaan secara rutin selama lima jam. Sehingga, mereka yang bekerja di bidang startup seperti transportasi online belum masuk dalam pendataan BPS.
“Karena parameternya dilakukan secara internasional jadi itu (startup) belum dimasukkan. Jadi pantas banyak pengangguran di Kota Makassar,” katanya akhir pekan lalu.
Ia pun meminta BPS untuk memasukkan pekerjaan startup seperti Gojek, Grab dan pekerja online yang hanya mengandalkan laptop dalam bekerja. Supaya dimasukkan dalam data dalam mengukur pengangguran.
Selain itu, Irwan mengatakan orang yang bekerja sendiri dan tak melaporkan dirinya bahwa sudah bekerja juga tak masuk dalam pendataan BPS.”Itulah yang menjadi persoalan BPS, bukan persoalan Disnaker ya,” ungkap Irwan.
Untuk itu, Irwan mengaku, dalam bekerja pihaknya tak berburu data tetapi memastikan di lapangan. (nug)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top