Headline

Dua Proyek Jalan Dipastikan Mandek


Pusat Hanya Anggarkan Rehab Tahun Depan

MAKASSAR, BKM — Sejumlah proyek jalan yang sudah dilaksanakan menggunakan dana APBD selama ini, dipastikan takkan berlanjut tahun depan. Dua di antaranya adalah midle ring road (MRR) hingga Alauddin dan Bypass Mamminasata. Akibatnya, proyek nasional strategis (PSN) tersebut dipastikan mandek.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII Miftachul Munir, Minggu (1/12), menjelaskan alasan pembebasan lahan yang jadi kendala sehingga pusat enggan mengucurkan anggaran untuk kelanjutan proyek-proyek jalan tersebut.
“Tahun depan, Sulsel hanya kebagian anggaran untuk rehabilitasi jalan. Untuk kelanjutan proyek sudah tidak ada,” kata Miftachul.
Ia mengaku, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memangkas anggaran untuk Sulsel tahun depan. Tahun ini mereka masih dijatah Rp1,4 triliun, tetapi tahun depan sisa Rp800 miliar saja.
Anggaran itu hanya cukup digunakan untuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.745 km. “Target pemeliharaan dan perbaikan jalan tahun depan 1.745 km, di beberapa wilayah. Pemeliharaan ini terbagi atas berbagai komponen. Mulai dari pemeliharaan yang sifatnya ringan hingga rekonstruksi,” tambahnya.
Untuk perbaikan jalan dianggarkan untuk Kabupaten Maros, Pangkep, dan Barru. Sementara pengerjaan rekonstruksi itu ada di Sidrap. Sementara fokus pemeliharaan mulai dari Kabupaten Sinjai, Kota Watampone, hingga ke perbatasan ke Sulawesi Tengah. Kecuali, untuk Kota Parepare dan Kabupaten Pinrang. Miftachul mengaku tahun ini balai sudah melakukan perbaikan dan pelebaran jalan untuk dua daerah tersebut. “Sementara lintas barat relatif kondisinya cukup baik. Perbaikan dan pelebaran jalan dari kota Sungguminasa ke Takalar sementara dilakukan,” tandasnya.
Dimintai tanggapannya secara terpisah, anggota Komisi Pembangunan DPRD Sulsel H Andi Edy Manaf sangat menyayangkan jika dua proyek tersebut disia-siakan. Pelaksanaannya harus dilanjutkan.
“Pemerintah provinsi harus punya kemampuan meyakinkan pemerintah pusat, terutama pembebasan lahannya agar tetap dilanjutkan untuk mengurai kemacetan di Kota Makasar,” ujar mantan wakil ketua DPRD Bulukumba ini.
Legislator Partai Amanat Nasiponal (PAN) Sulsel ini, menambahkan bahwa semakin hari kemacetan terjadi di mana- mana. Proyek yang dilaksanakan akan penting untuk menghubungkan beberapa kabupaten kota, bahkan menjadi jalan untuk membuka pengembangan kawasan perkotaan baru. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top